Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

3 Amalan Sunah yang Dianjurkan Selama Bulan Ramadan Menurut Ulama Klasik

Khoiril Arif Ya'qob • Rabu, 18 Februari 2026 | 14:30 WIB

Ilustrasi menyegerakan berbuka puasa.
Ilustrasi menyegerakan berbuka puasa.

PONTIANAK POST - Bulan suci Ramadan menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, tidak hanya dengan menjalankan puasa wajib, tetapi juga dengan mengamalkan berbagai sunah yang dianjurkan.

Sejumlah amalan sunah ini memiliki dasar kuat dalam kitab-kitab fikih dan hadis Nabi Muhammad SAW.

Ulama klasik menjelaskan bahwa terdapat beberapa amalan sunah utama yang sebaiknya dijaga selama menjalankan puasa Ramadan. Berikut tiga di antaranya.

Baca Juga: Panduan Lengkap Niat dan Tata Cara Salat Tarawih, dari Imam hingga Makmum

1. Menyegerakan Berbuka Puasa

Amalan sunah pertama adalah menyegerakan berbuka puasa setelah diyakini masuk waktu Maghrib.

Hal ini dijelaskan oleh Syekh Ibnu Qasim Al-Ghazi dalam kitab Fathul Qarib, bahwa menyegerakan berbuka termasuk bagian dari sunah puasa Ramadan.

Anjuran ini menunjukkan kemudahan dan kasih sayang Islam kepada umatnya, sekaligus bentuk ketaatan terhadap waktu yang telah ditetapkan syariat.

Baca Juga: Niat Puasa Ramadan: Waktu, Tata Cara, dan Bacaan yang Dianjurkan

2. Mengakhirkan Waktu Makan Sahur

Selain menyegerakan berbuka, umat Islam juga dianjurkan untuk mengakhirkan waktu sahur, selama masih berada dalam batas waktu yang diperbolehkan.

Anjuran ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dzar dalam Musnad Imam Ahmad:

“Umatku senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur.” (HR. Ahmad bin Hambal)

Hadis tersebut menegaskan bahwa dua kebiasaan tersebut merupakan tanda kebaikan dan keberkahan dalam menjalankan ibadah puasa.

Baca Juga: Menjaga Pahala Amalan Ramadan

3. Menjaga Lisan dari Perkataan Kotor

Amalan sunah lainnya yang tak kalah penting adalah menjaga lisan dari ucapan yang buruk. Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana penyucian diri dari perilaku tercela.

Oleh karena itu, orang yang berpuasa dianjurkan untuk menjauhi ghibah, cacian, serta perkataan kotor lainnya.

Dalam Fathul Qarib dijelaskan bahwa menjaga lisan merupakan bagian dari kesempurnaan ibadah puasa.

Dengan mengamalkan sunah-sunah tersebut, diharapkan puasa Ramadan tidak hanya bernilai sah secara hukum, tetapi juga memberikan dampak spiritual yang lebih mendalam bagi setiap Muslim. (*)

Editor : Miftahul Khair
#Hadis Nabi Muhammad SAW #sunnah #amalan yang dianjurkan #mengakhirkan waktu sahur #menyegerakan berbuka #Ramadan 2026 #Fikih #menjaga lisan #kitab