Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Puasa dalam Perspektif Kesehatan Menurut Al-Qur’an

Hanif PP • Sabtu, 28 Februari 2026 | 11:04 WIB

Fery Yanto, S.Pd.I., M.Pd.
Fery Yanto, S.Pd.I., M.Pd.

Oleh : Fery Yanto, S.Pd.I., M.Pd.*

Puasa merupakan ibadah yang memiliki dimensi spiritual, moral, dan kesehatan. Dalam ajaran Islam, puasa tidak hanya dimaknai sebagai menahan diri dari makan dan minum serta hal-hal yang membatalkan puasa, tetapi juga sebagai sarana pembinaan jiwa dan raga secara seimbang. Pandangan ini sejalan dengan prinsip kesehatan modern yang menempatkan keseimbangan, pengendalian diri, dan keteraturan sebagai fondasi hidup sehat.

Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183). Ayat ini menunjukkan bahwa tujuan utama puasa adalah ketakwaan. Namun, ketakwaan tersebut tidak terlepas dari dimensi kesehatan, karena puasa melatih disiplin, pengendalian diri, dan pengaturan pola hidup yang berdampak langsung pada kesehatan fisik dan mental.

Allah SWT juga menegaskan prinsip moderasi dalam konsumsi: “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.” (QS. Al-A’raf: 31). Ayat ini menjadi dasar penting bagi pola hidup sehat dalam Islam, termasuk dalam pelaksanaan puasa. Rasulullah SAW bersabda: “Puasa itu adalah perisai.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menegaskan bahwa puasa berfungsi sebagai pelindung, baik dari perbuatan buruk maupun dari hal-hal yang merusak kesehatan jasmani dan rohani. Dalam hadis lain disebutkan: “Berpuasalah kamu, niscaya kamu akan sehat.” (HR. Thabrani). Hadis tersebut menunjukkan adanya hubungan antara puasa dan kesehatan. Para ulama memahami hadis ini sebagai dorongan agar puasa dilaksanakan dengan cara yang benar, seimbang, dan sesuai tuntunan syariat.

Para ulama klasik dan kontemporer telah lama menyinggung keterkaitan puasa dengan kesehatan. Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ ‘Ulum al-Din menyatakan bahwa puasa berfungsi untuk menundukkan hawa nafsu dan menyehatkan tubuh, karena berlebihan dalam makan menjadi sumber berbagai penyakit. Menurut beliau, pengendalian makan melalui puasa akan memperkuat kejernihan hati dan kesehatan jasmani.

Sementara itu, Imam Asy-Syafi’i menegaskan pentingnya moderasi dalam makan melalui ungkapannya yang masyhur: “Aku tidak pernah kenyang selama enam belas tahun, karena kenyang memberatkan badan, mengeraskan hati, menghilangkan kecerdasan, mendatangkan kantuk, dan melemahkan semangat ibadah.”

Ungkapan ini menegaskan bahwa pengendalian makan, yang salah satunya dilatih melalui puasa, memiliki implikasi besar terhadap kesehatan fisik dan kualitas spiritual seseorang.

Dari sudut pandang kesehatan modern, puasa memberikan waktu istirahat bagi sistem pencernaan, meningkatkan sensitivitas insulin, membantu proses detoksifikasi alami, serta merangsang mekanisme autofagi, yaitu proses pembersihan dan pembaruan sel. Selain itu, puasa juga berkontribusi terhadap stabilitas emosi, penurunan stres, dan peningkatan kesehatan mental.

Namun demikian, para ulama juga menekankan bahwa puasa harus dilakukan secara proporsional. Dalam satu kaidah fikih disebutkan: “Tidak boleh menimbulkan bahaya bagi diri sendiri maupun orang lain.” Kaidah ini menegaskan bahwa Islam sangat memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan dalam pelaksanaan ibadah puasa.

Dengan demikian, puasa dalam Islam merupakan ibadah yang menyatukan dimensi spiritual dan kesehatan secara harmonis. Al-Qur’an, hadis, serta pandangan para ulama menunjukkan bahwa puasa adalah sarana pembinaan diri yang menyeluruh, melatih pengendalian nafsu, menjaga kesehatan jasmani, serta menumbuhkan ketenangan batin. Dengan pelaksanaan yang benar dan seimbang, puasa menjadi bentuk ibadah yang menyehatkan tubuh sekaligus mensucikan jiwa. (**)

 

*) Penulis adalah Bidang Pendidikan dan Pengkaderan PW Pergunu Kalbar

Editor : Hanif
#ibadah #puasa #spiritual #seimbang #islam #mental #kesehatan fisik