Oleh : Baharuddin*
Malam Nuzulul Qur’an merupakan peristiwa agung ketika wahyu pertama Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Peristiwa ini terjadi pada bulan Ramadan, tepatnya pada 17 Ramadan menurut mayoritas ulama.
Wahyu pertama yang turun adalah Surah Al-‘Alaq ayat 1–5 di Gua Hira. Peristiwa tersebut menjadi titik awal perubahan besar dalam sejarah umat manusia, karena sejak saat itu petunjuk hidup yang sempurna mulai diturunkan secara bertahap kepada Rasulullah selama kurang lebih 23 tahun.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 185 yang artinya: “Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.” Turunnya Al-Qur’an merupakan rahmat dan anugerah terbesar bagi umat manusia. Melalui Al-Qur’an, manusia memperoleh pedoman untuk membedakan antara yang benar dan yang salah serta tuntunan dalam menjalani kehidupan.
Malam Nuzulul Qur’an menjadi waktu yang sangat baik untuk memperbanyak ibadah, seperti membaca Al-Qur’an, berzikir, bersedekah, dan berdoa. Menghidupkan malam ini dengan ibadah merupakan bentuk syukur atas turunnya wahyu. Merenungkan proses turunnya wahyu kepada Rasulullah ﷺ juga mengingatkan kita pada perjuangan dakwah beliau dalam menyampaikan risalah Islam. Hal ini dapat menumbuhkan kecintaan kepada Al-Qur’an sekaligus memperkokoh iman.
Hikmah yang dapat dipetik dari peristiwa Nuzulul Qur’an antara lain bahwa wahyu pertama yang turun adalah perintah membaca, yaitu “Iqra’”. Hal ini menunjukkan bahwa Islam sangat menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan mendorong umatnya untuk gemar belajar serta berpikir. Turunnya wahyu juga tidak serta-merta mengubah kondisi masyarakat saat itu.
Rasulullah ﷺ menghadapi berbagai tantangan dan ujian, yang mengajarkan bahwa perubahan memerlukan proses, kesabaran, dan keteguhan. Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk dipahami dan diamalkan. Hikmah terbesar dari Nuzulul Qur’an adalah menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam setiap aspek kehidupan.
Cara menghidupkan malam Nuzulul Qur’an dapat dilakukan dengan membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an, mengikuti kajian atau tadabbur Al-Qur’an, memperbanyak doa dan istighfar, bersedekah kepada yang membutuhkan, serta melaksanakan shalat malam (qiyamul lail).
Malam Nuzulul Qur’an merupakan momentum istimewa untuk merenungkan kembali hubungan kita dengan Al-Qur’an. Lebih dari sekadar peringatan sejarah, malam ini menjadi panggilan untuk memperbaiki diri, memperdalam ilmu, dan menguatkan iman. Semoga kita termasuk hamba yang mampu mengambil hikmah dari turunnya Al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. (**)
*) Penulis adalah Dosen IAIN Pontianak
Editor : Hanif