Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Al-Qur’an, Amanah Bumi, dan Jalan Perdamaian Dunia

Hanif PP • Senin, 9 Maret 2026 | 10:59 WIB

Dr. H. Muhajirin Yanis, M.Pd.I
Dr. H. Muhajirin Yanis, M.Pd.I

Oleh : Muhajirin Yanis

Peringatan Nuzulul Qur’an setiap Ramadan sering dipahami sebatas momentum religius untuk mengenang turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW. Padahal, di balik peristiwa itu tersimpan pesan yang jauh lebih luas. Al-Qur’an tidak hanya berbicara tentang ibadah individual, tetapi juga tentang tanggung jawab manusia membangun peradaban yang adil, menjaga bumi, dan menghadirkan perdamaian bagi umat manusia.

Ramadan dikenal sebagai Syahrul Qur’an, bulan Al-Qur’an. Dalam kitab suci ini ditegaskan bahwa Al-Qur’an pertama kali diturunkan pada bulan Ramadan sebagai petunjuk bagi manusia.

Sejak saat itu, Ramadan menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an—membacanya, memahami maknanya, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kedekatan dengan Al-Qur’an pada bulan Ramadan telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dari Ibnu Abbas RA disebutkan bahwa Malaikat Jibril AS datang setiap malam pada bulan Ramadan untuk melakukan mudarasah, yakni saling membaca dan mengulang Al-Qur’an bersama Nabi.

Terkadang Nabi yang membaca dan Jibril menyimak, terkadang sebaliknya. Tradisi ini menunjukkan bahwa Ramadan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga waktu untuk memperdalam relasi spiritual dengan wahyu Ilahi.

Namun, pesan Al-Qur’an tidak berhenti pada dimensi spiritual semata. Al-Qur’an juga mengajarkan tanggung jawab moral dan sosial. Dalam berbagai ayat, manusia disebut sebagai khalifah di bumi, yaitu makhluk yang diberi amanah untuk mengelola, merawat, dan menjaga keseimbangan alam.

Dalam konteks dunia modern, pesan ini semakin relevan. Krisis lingkungan yang terjadi di berbagai belahan dunia—mulai dari perubahan iklim, kerusakan hutan, hingga pencemaran air dan udara—menunjukkan bahwa manusia kerap gagal menjalankan amanah ekologisnya. Alam sering diperlakukan semata-mata sebagai objek eksploitasi, bukan sebagai titipan yang harus dijaga.

Al-Qur’an sebenarnya telah memberikan peringatan yang jelas tentang bahaya kerusakan tersebut. Dalam salah satu ayat disebutkan bahwa kerusakan di darat dan di laut terjadi karena ulah tangan manusia sendiri. Ayat ini bukan sekadar pernyataan moral, melainkan refleksi mendalam tentang hubungan manusia dengan alam.

Ketika manusia kehilangan kesadaran spiritual, alam pun kehilangan perlindungannya. Sebaliknya, ketika manusia kembali kepada nilai-nilai wahyu, hubungan dengan alam akan dibangun di atas tanggung jawab dan keseimbangan.

Di sinilah Al-Qur’an menghadirkan pesan universal yang melampaui batas agama dan bangsa. Ia mengajarkan nilai-nilai keadilan, keseimbangan, dan tanggung jawab sebagai fondasi bagi kehidupan yang damai.

Perdamaian dunia tidak hanya ditentukan oleh diplomasi politik atau kekuatan militer, tetapi juga oleh kesadaran moral manusia terhadap sesama dan alam semesta. Konflik, ketimpangan sosial, dan krisis lingkungan pada dasarnya berakar pada satu hal yang sama: hilangnya kesadaran bahwa manusia hidup dalam jaringan kehidupan yang saling terkait.

Karena itu, membaca Al-Qur’an seharusnya tidak berhenti pada aktivitas ritual. Membaca Al-Qur’an juga berarti memahami pesan kemanusiaan di dalamnya: membangun keadilan, merawat kehidupan, dan menjaga bumi sebagai rumah bersama.

Peringatan Nuzulul Qur’an seharusnya menjadi momentum refleksi bagi umat manusia untuk kembali meneguhkan nilai-nilai tersebut. Wahyu tidak hanya dikenang sebagai peristiwa sejarah, tetapi dihidupkan dalam tindakan nyata.

Ketika manusia mampu menjalankan amanahnya sebagai penjaga bumi, menghormati kehidupan, dan membangun hubungan yang adil dengan sesama, Al-Qur’an benar-benar hadir sebagai sumber inspirasi bagi perdamaian dunia.

Pesan terbesar Al-Qur’an adalah bahwa kedekatan kepada Tuhan harus melahirkan tanggung jawab terhadap bumi dan kasih sayang kepada sesama manusia. Dari sinilah peradaban yang berkeadilan, berkelanjutan, dan damai dapat tumbuh. (**)

 

*) Penulis adalah Kakanwil Kemenag Kalbar

Editor : Hanif
#Nuzulul Quran #Pedoman #ibadah #peringatan #perdamaian dunia #ramadan #alquran