JAKARTA – Tim dokter Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita kemarin (16/11) berhasil memisahkan kembar siam Ardi-Ardan. Bocah asli Tangerang itu mengalami dempet thoraco omphalopagus atau dempet dada perut. Operasi yang dijadwalkan selesai 16 jam, dapat dirampungkan lebih cepat.
Pasutri Hesti Novianti dan Berry berterimakasih kepada tim dokter saat operasi putra kembar siamnya selesai kemarin pukul 16.40. Tak banyak yang dikatakan keduanya. Hanya ucapan terima kasih dengan nada bergetar. Haru.
Pukul 6.45 Ardi dan Ardan memasuki ruang operasi. Dokter anastesi yang dipimpin oleh dr Abdul Munim SpAn mulai melakukan pembiusan. ”Pada pukul 10.24 sayatan pertama dilakukan oleh dr Alexandra SpBA,” kata ketua tim dokter, dr Edy Jo Siswanto SpA.
Ardi dan Ardan memiliki diagnosa yang bagus. Masing-masing memiliki organ sendiri. Tak ada yang bersatu. Hanya saja, hati mereka dempet dan seolah jadi satu. Edy menyatakan bahwa tim dokter berhasil memisahkan hati keduanya pada 11.40. Sejam setelahnya, keduanya betul-betul terpisah dan diletakkan di ruang operasi yang berbeda.
Dalam operasi pemisahan ini, dokter bedah torak dan kardiovaskular terlibat. Sebab diketahui bahwa tulang dadanya menyatu sepanjang 5 cm. Selain itu 1/3 diafragma juga menyatu. ”Dalam pemisahan tidak ada yang dikorbankan dan tidak menggunakan material yang lain,” ujar dokter bedah torak dan kardiovaskular yang terlibat dr Budi Rahmat SpB-TKV.
Sejauh ini, hasil observasi pasca operasi menunjukkan otot nafas berfungsi dengan baik. Budi optimis jika kedepan perkembangan akan lebih baik.
Hal yang membuat tim dokter harus sedikit lebih berusaha adalah menutup luka. Maklum, bagian kulit dada dan perut keduanya luka akibat pemisahan. Kali ini adalah tugas dari dokter bedah plastik. Dokter Laksmi Achyati SpBP-RE yang mewakili tim bedah plastik menyatakan pihaknya menerjunkan dua tim. Sebab, bedah plastik memiliki bagian memperbaiki penampakan luar Ardi dan Ardan pasca dipisahkan.
”Harus bekerja cepat sebab bagian akhir biasanya stresnya tinggi,” ujarnya. Ardi lebih cepat selesai. Sebab lukanya kecil. Meski demikian saat menutup luka dengan menarik kulit di samping dada dan perut, sempat ada kendala. Otot bagian dada tegang dan bagian dada sedikit lebih menonjol. ”Sehingga kami lakukan sedikit intervensi di sekitar bawah ketiak,” imbuhnya.
Saat wawancara, Ardan masih dalam meja operasi. Tubuh Ardan yang lebih besar, membuat penampang lukanya juga lebih besar. Selain mengembalikan penampakan dada dan perut Ardi-Ardan, tim bedah plastik memberi hadiah. Keduanya dibuatkan pusar. Caranya dengan menarik otot dan kulit bagian tengah perut. Selama ini keduanya tak memiliki pusar.
Dirut RSAB Harapan Kita dr. Didi Danukusomo SpOG (K) mengatakan bahwa operasi ini kali keempat rumah sakit itu menangani. Ke depan, bisa jadi pasien rujukan kembar siam makin banyak dengan ditetapkannya rumah sakit tersebut sebagai rujukan untuk kesehatan ibu dan anak secara nasional. ”Kami juga tengah menyiapkan operasi dua pasien kembar siam,” tuturnya. (lyn) Editor : Ari Aprianz