Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Sekeluarga Keracunan, Tiga Meninggal

Syahriani Siregar • Senin, 16 Januari 2023 | 14:06 WIB
Kombespol Hengki, Kapolres Metro Bekasi Kota. (IST)
Kombespol Hengki, Kapolres Metro Bekasi Kota. (IST)
BEKASI – Slang infus tak lagi melekat di tubuh NRN kemarin (15/1). Bocah 7 tahun yang menyaksikan ibu dan anggota keluarganya yang lain keracunan di Bantargebang, Kota Bekasi, itu juga tampak lebih aktif.

Namun, seperti dilaporkan Radar Bekasi, dia masih berada dalam pengawasan penuh di RSUD Tipe D Bantargebang. Dia ditemukan warga sekitar tempat tinggalnya pada Kamis (12/1) dalam kondisi sadar dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Sementara itu, tiga di antara empat anggota keluarganya yang terkapar karena keracunan Kamis lalu itu meninggal. Yakni, AM, 40, ibundanya, serta MR, 17, dan RA, 23, kakak-kakaknya yang beda ayah.

NRN semalaman menyaksikan sang ibu merintih kesakitan pada Rabu (11/1). Paginya, tetangga yang mendengar tangisannya akhirnya mengontak warga lain. Mereka lantas membuka paksa rumah kontrakan yang ditempati NRN dan keluarga.

Selain NRN yang sadar, ada empat orang lain yang tergeletak. Masing-masing 2 laki-laki di ruang tamu, 1 penghuni lelaki di kamar bagian depan, serta 1 perempuan di kamar bagian belakang. Perempuan tersebut adalah ibunda NRN. NRN semalaman satu kamar dengannya.

Dua korban selamat adalah NRN dan MDS, 34, ipar AM. Sampai kemarin, MDS juga masih dirawat di RSUD Tipe D Bantargebang.

Dari TKP (tempat kejadian perkara), petugas Dinkes Kota Bekasi membawa sejumlah barang yang dicurigai membuat penghuni rumah kontrakan itu keracunan. Misalnya, sisa nasi. Petugas hanya mendapati sisa nasi, tidak ada lauk-pauk.

Total ada 12 sampel yang dibawa petugas. Mereka memastikan tidak ada cairan berbahaya di dalam rumah. ’’Yang kira-kira berhubungan saja. Seperti kopi, air minum, nasi, (bekas) muntah, dan tinja untuk dibawa ke laboratorium,’’ kata Kasi Kesehatan Lingkungan Dinkes Kota Bekasi Dudung Abdul Wahid.

AM, MR, dan RA sudah dimakamkan di Kampung Sudi Mampir, Desa Kademangan, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Jumat (13/1). Di sisi lain, Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota belum bisa memastikan penyebab kasus keracunan tersebut. Mereka masih memburu Ww, suami AM dan ayah NRN, yang tidak ada di lokasi kejadian saat sekeluarga keracunan hingga meninggal.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombespol Hengki menyatakan akan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Ww. ’’Kami akan hubungi dan mencarinya. Hingga kini, belum ada data yang bersangkutan sedang berada di mana,’’ ucapnya kepada wartawan Sabtu (14/1) lalu.

Hengki menambahkan, pihaknya sedang menyelidiki apakah peristiwa itu termasuk tindak pidana atau bukan. ’’Bisa saja bukan tindak pidana karena suatu hal yang tidak diizinkan, atau memang ada unsur kesengajaan dan lain-lain,’’ jelasnya.

Perwira dengan tiga melati di pundak itu menambahkan, pihaknya masih menunggu hasil laboratorium forensik. ’’Kita tunggu dalam seminggu ini hasil lab forensik,’’ tuturnya.

Ami, tetangga para korban, menceritakan, AM sempat berkata akan dijemput suaminya sebelum kejadian pada Kamis lalu. ’’Selesai nonton bola, dia bilang, ’Emak, saya mau pamit, mau pulang dijemput suami’,’’ katanya.

Ami menuturkan, keluarga korban yang baru dua pekan tinggal di rumah kontrakan itu sering datang ke rumahnya untuk menonton TV. ’’Dia kalau nonton TV ke sini, soalnya kan di rumah sana enggak ada apa-apa,’’ terangnya.

Polisi telah memeriksa tujuh saksi dalam kasus tersebut. Mereka adalah pemilik kontrakan (E), tetangga (IR dan DA), ketua RT (CJ), pemilik warung (A), suami pemilik kontrakan (JD), dan mantan suami AM (DD).  (rez/sur/c18/ttg) Editor : Syahriani Siregar
#meninggal #keracunan #slang infus #RSUD Tipe D