Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ziarah Kubur, Tradisi Religi Dari Zaman ke Zaman

Yulfi Asmadi • Jumat, 10 Maret 2023 | 18:27 WIB
Ziarah Kubur, sudah menjadi semacam tradisi religi dari zaman ke zaman, yang dilakukan umat muslim seluruh dunia termasuk di Kalimantan Barat dan Kubu Raya. Banyak hadits menganjurkan melakukan ziarah kubur, bukan hanya pada waktu menjelang Ramadhan sebag
Ziarah Kubur, sudah menjadi semacam tradisi religi dari zaman ke zaman, yang dilakukan umat muslim seluruh dunia termasuk di Kalimantan Barat dan Kubu Raya. Banyak hadits menganjurkan melakukan ziarah kubur, bukan hanya pada waktu menjelang Ramadhan sebag
SEMERBAK bau Ramadan 2023 terus menyelimuti umat muslim seluruh dunia dan Kalimantan Barat. Berbagai aneka tradisi, sudah mulai dilakukan menyambut kehadiran bulan suci Ramadan tahun ini. Dari Nisfu Syakban, Ruwahan sampai Ziarah Kubur pelan-pelan sudah banyak dilakukan berbagai kalangan.

Ya, Ziarah Kubur menyambut puasa seakan-akan menjadi tradisi religi yang tidak akan pernah hilang ditelan zaman ke zaman. Hal tersebut disampaikan Ustadz Miftah, pendakwah asal Kalbar belum lama ini.

"Memang tradisi religi di Indonesia, menyambut datangnya bulan suci Ramadhan sangat banyak dan beragam. Ada dijelaskan dalam dalil Alquran dan Hadis. Ada juga tidak dijelaskan atau dilakukan Nabi, baik secara eksplisit maupun implisit, namun tradisi tersebut sangatlah baik untuk dibudayakan," ucapnya.

Diantara tradisi menjelang bulan Ramadan dan akhir Syakban adalah Ziarah Kubur. Banyak istilah dan sebutan dalam tradisi religi ini. Sebagian menyebutnya arwahan, nyekar, kosar, munggahan, dan lain sebagainya. "Nah, bagi sebagian umat muslim, ziarah kubur ini menjadi semacam kewajiban. Apabila ditinggalkan serasa ada yang kurang menyongsong puasa Ramadhan," ujar dia.

Terkait ziarah kubur, Ustadz Miftah menjabarkan bagaimana pendakwah kondang Ustaz Abdul Somad (UAS) mengatakan bahwa pada awalnya Rasulullah SAW, melarang umatnya melakukan ziarah kubur. Sebab, ziarah kubur pada zaman awal-awal Islam ditujukan untuk sombong-menyombong.

“Tapi kemudian ziarah kubur melembutkan hati. Kalau sudah hati lembut, meneteskan air mata, mengingatkan kepada mati, maka hadis yang melarang ziarah kubur itu hukumnya mansukh, mansukh itu artinya terhapus,” katanya mengutip UAS dikutip dari tayangan YouTube Ustadz Abdul Somad Official.

Meskipun demikian, adab dan tata cara berziara kubur juga tidak sembarangan. Misalnya Berwudhulah dan memakai pakaian sopan. "Sebelum melakukan ziarah, sebaiknya berwudhu terlebih dahulu dan memakai pakaian yang sopan," kata dia.

Ucapkan salam juga ketika sudah sampai ke lokasi kuburan atau tempat yang akan diziarahi. Mengucapkan salam kepada ahli kubur adalah bentuk atau tanda rasa hormat kepada orang yang telah meninggal dunia. Poin penting berikutnya adalah memanjatkan doa kepada Almarhum berupa berupa permintaan ampunan dan keselamatan bagi orang yang telah meninggal dunia.

Umumnya doa yang dipanjatkan adalah "Allahummaghfìrlahu war hamhu wa 'aafìhìì wa'fu anhu, wa akrìm nuzuulahu wawassì' madholahu, waghsìlhu bìl maa'ì watssaljì walbaradì, wa naqqìhì, mìnaddzzunubì wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì. Wabdìlhu daaran khaìran mìn daarìhì wa zaujan khaìran mìn zaujìhì. Wa adkhìlhul jannata wa aìdzhu mìn adzabìl qabrì wa mìn adzabìnnaarì wafsah lahu fì qabrìhì wa nawwìr lahu fìhì"

Artinya"Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari isterinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya."

Imam Ibnu Hajar Al-Haitami dalam kitab Fatawa Fiqhiyah Al-Kubra menyebutkan bahwa melakukan ziarah kubur pada waktu-waktu tertentu, seperti menjelang bulan Ramadhan hukumnya adalah sunnah. Ini dijelaskan sebagai berikut.

"Beliau (Ibnu Hajar) ditanya tentang berziarah ke makam para wali pada waktu tertentu dengan melakukan perjalanan khusus ke makam mereka. Beliau menjawab, berziarah ke makam para wali adalah ibadah yang disunnahkan. Demikian pula perjalanan ke makam mereka."

Dalam haditsnya, Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa seorang muslim yang menziarahi makam keluarganya seperti bapak, ibu, paman, bibi, dan saudara-saudaranya yang lain, maka ia akan memperoleh pahala sebesar pahala orang haji mabrur dan kelak jika ia sudah meninggal akan diziarahi malaikat. Berikut haditsnya Rasulullah Saw bersabda

"Barangsiapa berziarah ke makam bapak atau ibunya, paman atau bibinya, atau berziarah ke salah satu makam keluarganya, maka pahalanya adalah sebesar haji mabrur. Dan barang siapa yang istiqamah berziarah kubur sampai datang ajalnya maka para malaikat akan selalu menziarahi kuburannya".

Hadits lain memperincikan bahwa Rasulullah memaparkan orang yang menziarahi makam kedua orangtuanya pada setiap hari Jumat, maka perbuatannya itu tergolong dalam kategori berbakti kepada keduanya. Rasulullah bersabda "Barangsiapa berziarah ke makam kedua orang tuanya atau salah satunya setiap hari Jumat, maka Allah mengampuni dosa-dosanya dan dia dicatat sebagai anak yang taat dan berbakti kepada kedua orang tuanya" (HR Abu Hurairah).

Miftah melanjutkan sebenarnya hukum dasar dibolehkannya ziarah kubur dengan juga melihat illat (alasan). Misalnya "tazdkiratul akhirah" yaitu mengingatkan kita kepada akhirat. Oleh karena itu dibenarkan berziarah ke makam orang tua dan juga ke makam orang shalih dan para wali. "Selama ziarah itu dapat mengingatkan kita kepada akhirat. Begitu pula ziarah ke makam para wali dan orang shaleh merupakan sebuah kebaikan yang dianjurkan," pungkasnya. (den) Editor : Yulfi Asmadi
#Tradisi Religi #Zaman ke Zaman #Ziarah Kubur