“Pembangunan Jembatan Kapuas I saat ini terus berjalan. Saya lihat sejauh ini tidak mengalami kendala. Para petugas pembangunan jembatan kini tengah fokus dalam pembangunan pondasi jembatan termasuk pemasangan balok-balok pada bagian atas jembatan,” ujar Edi, Jumat (14/4),
Melihat kondisi pekerjaan pembangunan yang tidak mengalami kendala. Edi pun berharap agar pembangunannya bisa sesuai target yang sudah ditentukan. Yaitu di akhir 2023 pembangunan jembatan ini bisa terselesaikan.
Dengan berdirinya Jembatan Duplikasi disana, mudah-mudahan dapat memecah macet kendaraan khususnya pada jam-jam tertentu. Dampak dari jembatan itu juga diharap bisa mempercepat mobilitas masyarakat dalam melakukan aktivitas.
Jika lalu lalang kendaraan lancar, turut berdampak baik pada peningkatan perekonomian di Kota Pontianak. Sebab hilirisasi arus barang dari satu tempat ke tujuan lainnya akan menjadi cepat.
Dicontohkan dia, jika dalam satu hari pengantaran barang dengan arus landai tanpa macet bisa empat kali dilakukan. Namun karena macet, lantas pengantaran barang hanya bisa dilakukan dua kali. Kalau dalam sehari pengantaran barang sebanyak empat kali. Tentulah besaran biaya yang didapat oleh para pelaku usaha juga semakin besar.
Dengan meningkatnya pendapatan pelaku usaha dalam jasa distribusi antar barang. Juga berpengaruh pada pekerjanya. Sehingga mereka bisa melakukan penambahan tenaga kerja. “Makanya jika geliat perekonomian tumbuh dengan baik. Akan berdsmpak positif dari segala sektor. Salah satu contohnya ya mengurang pengangguran,” ujarnya.
Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin mengatakan, besar harapan masyarakat agar Jembatan Duplikasi Kapuas I dapat terealisasi. Adanya pembangunan jembatan tersebut juga sebagai jawaban dari permintaan sebagian besar masyarakat kota yang ingin jembatan tersebut bergandeng. Sama dengan duplikasi Jembatan Landak yang lebih dulu dibangun.
Ia optimis, keberadaan duplikasi Jembatan Kapuas I dapat menjadi solusi sementara dalam mengurai kemacetan di daerah itu. Kondisi kota yang kian tahun makin terus mengalami pertambahan kendaraan, harus menjadi perhatian Pemkot Pontianak. Sebab, untuk jangka panjang penanganan kendaraan dan kemacetan kota bakal menjadi masalah serius jika tidak disusun penanganan rencana panjang ke depan. (iza) Editor : Syahriani Siregar