Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Harisson Sampaikan Orasi Ilmiah di Dies Natalis FK-Unsri

Syahriani Siregar • Kamis, 5 Oktober 2023 | 16:07 WIB
Pj Gubernur Kalbar Harisson saat menyampaikan orasi ilmiah di Dies Natalis ke-61 FK-Unsri, Palembang, Sumsel, Rabu (4/10).
Pj Gubernur Kalbar Harisson saat menyampaikan orasi ilmiah di Dies Natalis ke-61 FK-Unsri, Palembang, Sumsel, Rabu (4/10).

PALEMBANG - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson menjadi narasumber pada Dies Natalis ke-61 Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya (FK-Unsri) di Gedung FK-Unsri, Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu (4/10).

Adapun tema yang diangkat pada kegiatan tersebut adalah, Menjalin Kebersamaan Menuju Keunggulan di Tingkat ASEAN.

Kedatangan Pj Gubernur Kalbar Harisson yang sekaligus pulang kampus itu, disambut hangat oleh Dekan FK-Unsri Syarif Husin, beserta jajaran.

Seperti diketahui, Harisson merupakan alumni FK-Unsri, yang mana kampus tersebut cukup berjasa, hingga dirinya bisa menjadi seperti saat ini.

“Melalui mimbar terhormat ini, saya ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada rektor, dekan, seluruh pengajar, dan civitas akademika FK-Unsri, yang telah memberikan kehormatan untuk menyampaikan orasi ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-61, almamater kebanggaan saya ini,” ungkapnya.

Harisson menceritakan, di sanalah ia dipersiapkan dan dibentuk. Tidak hanya sebagai cendekiawan yang berprofesi sebagai tenaga di bidang kesehatan, tetapi juga sebagai kader pemimpin bangsa.

“Yang saat ini turut ambil bagian dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia,” ucapnya.

Dalam aspek pendidikan, Harisson menjelaskan seyogyanya konsep pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 disusun berdasarkan tiga pilar.

Yaitu, layanan dasar dan perlindungan sosial, produktivitas, serta pembangunan karakter.

Lebih lanjut ia menjelaskan, terkait layanan dasar dan perlindungan sosial, mencakup pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, kualitas anak, perempuan, dan pemuda, pengentasan kemiskinan, serta tata kelola kependudukan.

Sementara untuk, produktivitas mencakup pendidikan dan pelatihan vokasi, pendidikan tinggi, ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi, dan prestasi olahraga.

“Sedangkan pembangunan karakter mencakup revolusi mental dan pembinaan ideologi Pancasila, pemajuan dan pelestarian kebudayaan, memperkuat moderasi beragama, serta budaya literasi, inovasi, dan kreativitas,” tambahnya.

Ketiga pilar yang mendasari konsep pembangunan manusia itu, diharapkan dia dapat melahirkan SDM yang berkualitas, dan berdaya saing di masa depan.

Selain itu, pendekatan pembangunan manusia menurutnya juga merujuk pada pertumbuhan penduduk yang seimbang, dan tahapan perkembangan manusia sejak usia dini.

“Dengan konsep pembangunan manusia yang demikian diharapkan dapat melahirkan insan-insan yang sehat, cerdas, adaptif, kreatif, inovatif, dan terampil, sehingga dapat menjalani kehidupan secara bermartabat di masa depan,” terangnya.

Pembangunan SDM kata dia, juga diarahkan pada upaya membangun manusia yang memiliki mental pekerja keras, dinamis, terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mengundang talenta-talenta global untuk bekerja bersama.

Untuk itu, optimalisasi kerja sama dengan industri menjadi penting, dan penggunaan teknologi juga menjadi suatu keharusan untuk memperluas jangkauan hingga ke seluruh pelosok negeri.

Harisson mengatakan, pembangunan SDM yang unggul adalah bagian dari proses dan tujuan pembangunan nasional Indonesia.

Apalagi saat ini Indonesia tengah menghadapi tantangan untuk mengejar ketertinggalan dari bangsa-bangsa lain yang lebih maju.

“Tantangan menjadi lebih berat karena saat ini berada di era VUCA yaitu volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity. Kita hidup di dunia dengan perubahan yang sangat cepat, tidak terduga, dipengaruhi oleh banyak faktor yang sulit dikontrol, dan kompleks,” ujarnya.

Akan mustahil diungkapkan dia, untuk mampu mencapai kemajuan dan kemandirian bangsa apabila mengabaikan pembangunan yang semestinya bertitik berat pada keunggulan SDM.

“Hanya melalui SDM unggul kita akan mampu menghadapi era VUCA ini, dan mampu berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain. Era VUCA harus kita hadapi dengan mencetak SDM unggul Indonesia,” pungkasnya.

Adapun kegiatan Dies Natalis ke-61 FK-Unsri tersebut, juga turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Unsri, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, serta para mahasiswa/mahasiswi dari FK-Unsri. (bar/r)

Editor : Syahriani Siregar
#harisson #VUCA #Dies Natalis #universitas sriwijaya