Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Cerita Museum Kretek Kudus dan Sejarah Munculnya Rokok Kretek

A'an • Selasa, 14 November 2023 | 15:03 WIB

 

BERSEJARAH: Museum Kretek memiliki 1.195 koleksi yang bisa dilihat oleh pengunjung.
BERSEJARAH: Museum Kretek memiliki 1.195 koleksi yang bisa dilihat oleh pengunjung.
 

Museum Kretek Kudus menjadi salah satu destinasi wisata klasik yang terletak di Desa Getas Pejaten. Wisata ini diklaim sebagai satu-satunya wisata kretek yang ada di Indonesia. Kini wisatawan banyak yang berdatangan ke Museum Kretek Kudus, sebab harga tiket masuknya murah yaitu berkisar Rp 4000 hingga Rp 5000.

 

--

 

DENGAN harga yang terjangkau, wisatawan dapat melihat 1.195 koleksi tentang sejarah kretek. Seperti proses pembuatan rokok tradisional hingga modern, dan dapat melihat kiprah Nitisemito saat mendirikan Pabrik Rokok Bal Tiga.

Selain itu juga terdapat patung tokoh penting yang berperan memajukan bisnis rokok Indonesia, dokumen-dokumen perusahaan pada waktu itu, alat-alat tradisional pembuatan rokok, diorama jenis-jenis tembakau cengkeh, hingga diorama pembuatan rokok di pabrik.

Di kompleks Museum Kretek Kudus juga terdapat Masjid Wali loram Kulon dengan gapura padureksan yang sungguh ikonik, serta Rumah Adat Kudus Joglo Pencu dengan arsitektur perpaduan budaya Jawa (Hindu), Persia (Islam), Cina (Tionghoa) dan Eropa (Belanda).

Selain sebagai destinasi wisata, Museum Kretek Kudus ini sempat dijadikan sebagai lokasi syuting serial drama Gadis Kretek, yang diperankan oleh Dian Sastrowardoyo.

Munculnya Museum Kretek Kudus tak akan terlepas dari sejarah rokok kretek, yang diawali dengan sosok pendiri dari kretek. Sosok itu dikenal dengan Haji Djamhari.

Waktu itu Djamhari mengalami sesak nafas, ia pun berinisiatif untuk mengambil cengkeh dan mengoleskannya ke dada dan tubuhnya. Alhasil, sesak nafasnya berangsur reda.

Tak lama kemudian, ia bereksperimen dengan cara menghaluskan cengkeh, lalu dicampurkan dengan tembakau. Kedua bahan tersebut kemudian dilinting dengan menggunakan klobot kulit jagung.

Beberapa bahan itu diikat dengan benang lalu dibakar dan diisap. Dari eksperimennya itu, dihasilkan bunyi kemretek atau terdengar kretek..kretek..kretek. Dari bunyi itulah awal mula munculnya nama rokok kretek.

Berjalannya waktu, potensi rokok kretek di Kudus terlihat sangat menjanjikan. Hal itu terlihat setelah kemunculan rokok retek di wilayah itu makin masif.

Saat Gubernur Jawa Tengah Soepardjo Rustam mengunjungi Kudus, ia melihat bahwa potensi perusahaan Kretek sangatlah besar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Alhasil, pada tahun 1986 Museum Kretek Kudus berdiri, di lahan seluas 2,5 ha.(jp)

 

Editor : A'an
#rokok kretek #museum kretek kudus #museum