PONTIANAK – Pemerintah memastikan kebutuhan daging babi untuk perayaan Natal 2023 dan menyambut Tahun Baru 2024 tetap dapat tercukupi.
"Kami pastikan untuk kebutuhan perayaan Natal 2023 dan menyambut Tahun Baru 2024 terpenuhi. Masyarakat juga tak perlu khawatir," kata Heronimus Hero, kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar di Pontianak, kemarin.
Dia menyebutkan, rata-rata kebutuhan babi mencapai 7.000 ekor per bulan di Kalbar. Saat perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, angka kebutuhannya bisa mencapai pada angka tersebut. "Memang pada momen hari besar keagamaan seperti Natal 2023, kebutuhan daging babi dipastikan meningkat dari hari-hari biasanya. Namun hal tersebut, tetap diiringi pasokan kebutuhan yang ikut meningkat juga," ucapnya.
Beberapa waktu sebelumnya, Provinsi Kalimantan Barat muncul kasus demam babi afrika (african swine fever atau ASF). Sebagai wilayah sentra babi dan surplus bahkan produksi Kalbar saat itu dapat mencapai 500 ribu ekor per tahunnya. Sementara untuk sekarang hanya mampu berproduksi 46.000 ekor saja.
"Kebutuhan akan daging babi di Kalbar per tahunnya mencapai 84.500 per ekor. Artinya, saat ini hampir separuh harus didatangkan dari luar Kalbar seperti dari Bali, Lampung dan provinsi lainnya. Ini supaya ketersediaan daging babi dapat memenuhi kebutuhan masyarakat," ucapnya.
Soal harga, Hero juga menjelaskan ketika terjadi sebaran ASF atau saat tertinggi daging babi di Kalbar bisa mencapai Rp 160 ribu per kilogram. Namun saat ini, sudah terkendali dengan pasokan stabil. Kisaran harganya hanya Rp 140 ribu per kilogram.
Lebih lanjut dikatakannya sejauh ini memang sudah ada sebanyak 132.000 ekor babi didatangkan ke Kalbar, dari bulan Januari sampai November 2023. Para pelaku usaha bahkan sudah ada mengusulkan waktu dekat hingga mencapai 6.000 ekor babi.
"Memang untuk sentra babi di Kalbar, sejauh ini masih berada di Kota Singkawang dan Kota Pontianak. Dua daerah ini memiliki kontribusi mencapai 90 persen pemasok babi di Kalbar. Sisanya didatangkan dari luar Kalbar," pungkasnya.
Anggota DPRD Kota Pontianak, Emiliana TB meminta dinas perdagangan dapat melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok jelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Tujuannya buat menjaga kestabilan harga pangan di pasar-pasar.
“Pemantauan harga bahan pokok di pasar tradisional sebaiknya sudah boleh dilakukan oleh Dinas Perdagangan. Sebab jelang perayaan Natal dan Tahun Baru, pastinya akan terdapat peningkatan dalam pembelian stok pangan,” kata Emiliana kepada Pontianak Post, kemarin.
Jelang perayaan natal pastinya saudara-saudara yang merayakan bakal membeli kebutuhan pokok untuk keperluan perayaan Natal. Selain bahan bahan pokok, mereka juga membeli makanan dan minuman kemasan.
Sudah tak dipungkiri, ketika perayaan hari-hari besar, terdapat kenaikan harga sembako disebabkan karena permintaan bahan pangan mengalami peningkatan.
Hal ini menjadi perhatiannya, sebab dikhawatirkan kenaikan bahan pokok jelang natal justru melambung tinggi. Oleh sebab itu, iapun mendorong agar Dinas Perdagangan melakukan pengecekan di lapangan.
Dalam pengecekannya fokus pada dua hal. Yaitu ketersediaan pangan dan harga yang diharap jangan sampai terjadi lonjakan. Namun ketika stok pangan mencukupi buat natal, dirasa dia lonjakan harga pun tak bakalan terjadi.
Namun yang ditakutkan jumlah stok pangan kurang. Ini yang memicu kenaikan harga di pasar-pasar tradisional. Tak hanya itu saja, jika demikian kenyataannya bakal membuat masyarakat panik dan mengakibatkan ketika berbelanja berlebihan.
Dampak el nino di Pulau Jawa yang informasinya mengalami kekeringan juga ditakutkan ikut berdampak di Kota Pontianak. “Tapi sejauh ini untuk pasokan sayur mayur dari Pulau Jawa masih dalam keadaan aman. Jika distribusinya masih rutin, artinya kelangkaan pangan dan kenaikan harga tidak bakal terjadi di Pontianak,” tutupnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Pontianak, Anwar Ali juga meminta pengawasan makanan dan minuman kemasan baik yang dijual di pasar tradisional dan moderen dapat dilakukan pengecekan. Tujuannya untuk menghindari peredaran makanan minuman kemasan yang kedaluwarsa jelang Natal dan Tahun Baru.
"Pengecekan makanan dan minuman kemasan harus dilakukan oleh Dinas Perdagangan jelang Natal dan Tahun Baru ini," cetusnya Rabu (6/12).
Fokus pengecekan makanan dan minuman dengan melihat bentuk kemasan sampai masa kedaluwarsanya. Takutnya di tengah peningkatan pembelian makanan dan minuman kemasan oleh saudara yang akan merayakan Natal dan Tahun Baru, justru ditemukan makanan dan minuman kemasan yang justru kedaluwarsa dijual oleh pedagang.
Ia yakin para pedagang tak akan macam-macam apalagi sampai menjual makanan dan minuman kemasan kedaluwarsa pada konsumen.
Namun pengecekan ini hanya sebagai antisipasi. Takutnya ada yang terlewat, dikarenakan jelang Natal dan Tahun Baru nanti akan terdapat peningkatan terhadap penjualan makanan dan minuman kemasan ini.
Terpisah, Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Kalbar, Sueb meminta pemerintah memastikan pasokan dan ketersediaan bahan-bahan pangan khususnya bahan pokok penting tetap aman, terkendali selama libur hari besar perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024. Mengingat, kebutuhan pangan masyarakat bakalan meningkat saat liburan tiba.
"Kami minta kesiapan supply dengan pasokan demand bahan-bahan pangan dan bahan-bahan pokok tetap aman, terkendali dan lancar. Tidak ada yang kurang," ucapnya baru-baru ini.
Menurut dia, mobilitas masyarakat cukup tinggi ketika perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024. Hal ini biasanya berhubungan dan sejalan dengan tingkat konsumsi masyarakat yang ikut meningkat tajam. Diprediksi, ratusan ribu dan jutaan warga akan melakukan mobilitas saat Natal dan Tahun Baru.
"Pastikan juga selama mudik atau balik kampung, warga yang akan merayakan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 tetap aman dan selamat," ungkap dia.
Soal Bapokting di Kalbar, politisi Hanura Kalbar ini percaya Pemprov Kalbar sebelumnya sudah melakukan intervensi ke pasar. Bukan hanya soal pangan seperti beras, gula, telur, tepung dan kebutuhan lainnya. Sebab, rapat-rapat dengan dinas teknis sebelumnya, sudah dilakukan pembahasan soal bahan pokok penting selama Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.
Pertengahan November 2024 sebelumnya, Pj Sekda Kalbar, Mohammad Bari sudah memastikan pasokan kebutuhan pokok menjelang Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 dipastikan aman. Harga kebutuhan pokok di pasaran juga dipastikan tetap stabil.
“Sampai saat ini, hingga natal nanti, pasokan kebutuhan pokok masih aman,” katanya kepada Pontianak Post.
Bari menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalbar, terus memantau harga kebutuhan pokok di sejumlah pasaran. Operasi pasar juga digencarkan dengan beragam program. Melalui program-program tersebut, harga bahan pokok penting tetap stabil.
"Kami juga berhasil menekan inflasi. Dari sebelumnya Kalbar masuk 10 daerah tertinggi kini berada di 10 besar daerah dengan tingkat inflasi terendah se-Indonesia," pungkasnya.(den/iza)
Editor : Syahriani Siregar