Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Video Guru dan Siswa Mesum Semakin Viral

Miftahul Khair • Selasa, 1 Oktober 2024 | 11:09 WIB
Ganti link video 7 menit guru dan siswa Gorontalo viral diburu netizen di media sosial. (TWITTER)
Ganti link video 7 menit guru dan siswa Gorontalo viral diburu netizen di media sosial. (TWITTER)

PONTIANAK - Kasus video viral yang melibatkan guru dan murid di Gorontalo terus menjadi pusat perhatian.

Setelah video tersebut tersebar luas di berbagai platform media sosial, pihak berwenang segera mengambil tindakan untuk mengatasi penyebarannya.

Kapolres Gorontalo, AKBP Deddy Herman, SIK, MKP, mengungkapkan bahwa Direktorat Cyber dan Kominfo telah dilibatkan secara aktif untuk menangani kasus ini dengan keseriusan penuh.

Kominfo Turun Tangan Atasi Penyebaran Video

Dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu (25/9), Kapolres menekankan urgensi melindungi korban yang masih berstatus anak di bawah umur. Ia mengajak masyarakat untuk menghentikan penyebaran video tersebut, baik di media sosial maupun platform digital lainnya.

"Kami berkomitmen menangani kasus ini dengan serius, terutama karena melibatkan anak di bawah umur," ujar AKBP Deddy Herman dikutip dari Radar Lawu (grup Pontianak Post).

"Kami juga bekerja sama dengan Direktorat Cyber dan Kominfo untuk menghentikan penyebaran link yang sudah tersebar," tambahnya lagi.

Kapolres juga mengingatkan masyarakat bahwa penyebaran konten asusila merupakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Ia memperingatkan bahwa siapa pun yang masih menyebarkan video tersebut bisa dikenai sanksi hukum.

"Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati dan tidak memperpanjang penyebaran video ini. Selain melanggar hukum, tindakan tersebut sangat berdampak pada korban yang saat ini tengah dalam proses pemulihan," lanjut Kapolres.

Kasus ini menekankan betapa pentingnya kesadaran masyarakat dalam menangani konten yang bersifat sensitif, terutama yang melibatkan anak-anak. Kapolres juga meminta masyarakat, terutama pengguna media sosial, untuk lebih berempati dan menghindari tindakan yang bisa memperburuk keadaan dengan membagikan video tersebut.

Korban Alami Trauma Berat

Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Gorontalo telah memberikan pendampingan psikologis bagi korban.

DP3A menyatakan bahwa korban kini mendapatkan perhatian khusus guna membantu proses pemulihan mental akibat dampak dari video yang telah viral (mif/kid)

 

Editor : Miftahul Khair
#kominfo #video guru dan siswa gorontalo