PONTIANAK - Pemerintah RI sangat serius membina sekitar 65 juta para pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) yang tersebar di seluruh Indonesia. Hal tersebut dibeberkan langsung Menteri UMKM RI, Maman Abdurahman dalam lawatan perdananya sebagai Menteri UMKM RI ke Kalimantan Barat di VIP Bandara Supadio, Kubu Raya kemarin.
"Salah satu langkah dan kebijakan mendukung para pelaku UMKM di Indonesia adalah Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani kebijakan memutihkan utang piutang kepada sekitar 1 juta pelaku usaha UMKM di seluruh Indonesia," ucapnya kepada sejumlah wartawan.
Pemutihan utang piutang ini, kata Maman, dimaksudkan supaya para pelaku UMKM, yang memang tercatat tak lagi memiliki kemampuan membayar, dapat bangkit kembali dan berusaha lagi.
"Jadi, saya pikir kesempatan luar biasa tersebut, harus dimanfaatkan 1 juta pelaku UMKM di Indonesia. Sebagai Menteri baru (Menteri UMKM), saya sedang konsolidasikan dan inventaris termasuk para pelaku UMKM di Kalbar sendiri," ujar dia.
Menurut Maman keberadaannya sebagai Menteri UMKM RI yang baru, adalah memastikan bahwa program-program yang sudah dikerjakan kementerian sebelumnya dapat dilanjutkan. Bahwasannya nanti ada yang kurang, lemah dan lain-lain tentunya akan dievaluasi dan diperbaiki. Sementara program yang sudah bagus, harus tetap dilanjutkan kembali.
Maman melanjutkan bahwa situasi sampai hari ini adalah ada sekitar 65 juta para pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Sebaran terdiri dari beragam usaha, baik pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah sendiri. Dari angka 65 juta pelaku UMKM di Indonesia, sebanyak 98 persen adalah para pelaku usaha mikro. Sedangkan 2 persennya merupakan para pelaku UMKM kategori kecil dan menengah.
Dengan jumlah 65 juta pelaku UMKM, Maman mengakui bahwa tantangan kedepannya adalah bagaimana memastikan sekaligus memberdayakan pelaku usaha mikro dapat tumbuh menjadi kecil. Untuk pelaku usaha kategori kecil didorong naik menjadi menengah. Hanya saja perhatiannya tetap kepada pelaku usaha kategori mikro. "Ini yang mau kita dorong. Kami (Kementrian UMKM) akan siapkan fasilitas-fasilitasnya. Hal-hal mempermudah akses permodalan kepada pelaku usaha mikro, tetap akan kami dorong," ucap Maman.
Meski demikian, lanjutnya, mempermudah akses permodalan bukan diartikan begitu saja. Para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah tetap harus dibina. "Terkadang muncul kejadian begitu dipinjamkan modal usaha, tetapi dipakai untuk keperluan lain. Hal-hal begini akan selalu dipantau lewat pembinaan berkala," kata dia.
"Kami (Kementerian UMKM) maunya membina para pelaku UMKM menjadi usahawan yang sukses. Tentunya usahawan sukses dengan memajukan setiap lini usahanya. Mereka juga bisa naik kelas. Itu harapan kita," timpal Maman.
Untuk naik kelas, salah satu contoh yang tengah dipikirkan Kementrian UMKM RI adalah bagaimana dapat memfungsikan hasil-hasil olahan para pelaku UMKM. Selanjutnya, para pelaku usaha didorong di wilayah mana saja, pemasaran produk-produk tersebut. "Juga harus didorong dan dipetakan apa saja yang jadi produk para pelaku UMKM di Indonesia," pungkasnya. (den)
Editor : Miftahul Khair