JAKARTA – Meski diwarnai kontroversi, lima pimpinan KPK hasil fit and proper test disetujui DPR dalam rapat paripurna, kemarin (5/12). Nyaris tidak ada interupsi dari wakil rakyat terkait nama-nama pimpinan terpilih tersebut. Mereka sepakat mengesahkan pimpinan KPK untuk masa bakti 2024-2029.
Lima pimpinan KPK itu adalah Setyo Budianto, Fitroh Rohcahyanto, Ibnu Basuki Widodo, Johanis Tanak, dan Agus Joko Pramono. Hasil voting di Komisi III DPR RI, Setyo yang saat ini menjabat Inspektorat Jenderal (Irjen) Kementerian Pertanian (Kementan) tersebut dipilih sebagai ketua KPK.
Selain mengesahkan lima pimpinan KPK baru, DPR juga menyetujui lima Dewan Pengawas (Dewas) KPK yang lolos uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III. Yakni Benny J. Mamoto, Chisca Mirawati, Wisnu Baroto, Gusrizal, dan Sumpeno. Kelimanya juga akan menjabat sampai 2029.
Ketua IM57+ Institute Lakso Anindito mengatakan, para pimpinan dan dewas KPK harus mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap KPK. Sejauh ini, tugas berat itu belum sepenuhnya mampu dikerjakan pimpinan KPK era Nawawi Pomolango cs.
Menurut Lakso, menjaga independensi dan integritas KPK adalah kunci agar kepercayaan masyarakat terhadap komisi antirasuah bisa kembali. ”Menjaga independensi agar KPK tidak dijadikan alat gebuk politik,” kata Lakso, kemarin.
Selain itu, pimpinan KPK yang baru mesti menjamin tidak adanya intervensi terhadap kerja-kerja penyelidik dan penyidik. Ini penting agar operasi tangkap tangan (OTT) yang menjadi ciri khas KPK berjalan optimal. ”Pimpinan harus menjadi pengayom dan pelindung, bukan malah penghambat kerja-kerja insan KPK di lapangan,” ungkapnya.
Lelang Barang Sitaan
Sementara itu, menyambut Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) KPK melakukan lelang puluhan barang milik koruptor yang berhasil dirampas. Aneka barang seperti mobil, motor, tas mewah, sampai perhiasan tersebut kemarin dijajar rapi di Rupbasan KPK di jalan Dewi Sartika, Cawang Jakarta Timur.
Pantauan di lokasi, mobil yang dilelang di antaranya milikRafael Alun Trisambodo jenis Toyota Land Cruiser yang dibandrol dengan harga lelang awal Rp 713 juta. Ada juga tas mewah dan barang branded lain.
Baca Juga: Landak Raih Predikat Zonasi Hijau dalam Penilaian Pelayanan Publik 2024
Jaksa Eksekusi KPK Syarkiyah kemarin menjelaskan, total ada 13 perkara yang barangnya bakal dilelang pada 10 Desember nanti. Antara lain, kasus Abdul Latif, Eko Darmanto, Mochtar Effendi, Priyo Andi Gularso, dan Edi Rahman. Total ada 31 mobil, 17 sepeda motor, 30 buah tas, dan belasan perhiasan.
Syarkiyah mengatakan, di lelang-lelang sebelumnya, mayoritas barang rampasan yang laku memang dari jenis kendaraan dan perhiasan. Sedangkan yang cukup sulit mendapatkan penawaran, rata-rata jenis barang tak bergerak. Misalnya, tanah, rumah, dan apartemen. Untuk aset tak bergerak paling mahal ada yang senilai Rp 20 miliar.
Syarkiyah mengatakan, pada saat pelaksanaan lelang nanti, seluruh proses akan dilakukan secara online. Peserta lelang bisa mengajukan penawaran hingga prosesnya ditutup. Yang menawar dengan harga tertinggi akan menjadi pemenangnya. (tyo/elo/oni)
Editor : Miftahul Khair