Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

100 Hari Pertama Kementerian Komdigi Fokus Pada Pemberantasan Judol

A'an • Jumat, 31 Januari 2025 | 10:00 WIB
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid.

 

PONTIANAK POST – Di era Kabinet Merah Putih, terjadi perubahan nomenklatur sejumlah kementerian atau lembaga. Salah satunya adalah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang diubah menjadi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Presiden Prabowo Subianto menunjuk Meutya Hafid sebagai menteri Komdigi. Melanjutkan kinerja Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi. Pada masa-masa awal menjabat, Meutya langsung dihadapkan pada persoalan judi online (judol). Ironisnya, kejahatan tersebut melibatkan orang dalam Kementerian Komdigi. Pegawai Kementerian Komdigi yang seharusnya bertugas memblokir website judol ternyata malah melindungi beberapa website judol. Sebagai imbalannya, pegawai tersebut mendapatkan uang dari bandar judol. Mereka kini sudah menjalani proses hukum di kepolisian.

Merujuk dari kondisi tersebut, Meutya menjadikan pemberantasan judol sebagai satu dari tiga program prioritasnya dalam 100 hari pertama Kementerian Komdigi. Dia menjelaskan, perubahan nomenklatur kementerian menunjukkan semangat di ranah ekosistem digital.

Selain memberantas judol, program prioritas Meutya dalam seratus hari pertamanya adalah mewujudkan internet ramah anak. ’’Bagaimana anak-anak bisa terlindungi (saat berselancar di dunia digital),’’ katanya. Anak-anak, khususnya perempuan, harus terlindungi dari bahaya kejahatan digital. Misalnya, pornografi, human trafficking, kekerasan anak, dan segala bentuk kejahatan digital lainnya. Karena itu, dia sedang menggodok regulasi tentang keamanan berinternet bagi anak-anak. Upaya serupa juga dilakukan negara tetangga seperti di Australia.

Program prioritas ketiga yang dicanangkan Meutya adalah meningkatkan pemerataan akses internet. Sejatinya ini bukan program baru. Hampir setiap periode kementerian ini, selalu mengupayakan pemerataan akses internet. Caranya beragam. Misalnya, membangun sejumlah tower BTS di daerah terpencil.

Di luar tiga program tersebut, Meutya juga melanjutkan program mencetak talenta digital. Menyambut seratus hari Kabinet Prabowo-Gibran, Kementerian Komdigi pada Januari 2025 sudah mencetak 10 ribu talenta digital.

Wamen Komdigi Angga Raka Prabowo mengatakan, sampai dengan tutup tahun 2024, total sudah berhasil dicetak 90 ribu talenta digital. Kemudian di periode Januari 2025 dicetak lagi 10 ribu talenta digital. Jadi, total sudah ada 100 ribu talenta digital. ’’Mencetak talenta digital ini sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo,’’ katanya. Yaitu, mendorong masyarakat memanfaatkan teknologi digital secara optimal. (wan/c7/oni) 

Editor : A'an
#judol #komdigi