PONTIANAK POST - Berbagai kementerian melakukan pembatasan pemakaian listrik, air, kertas, sampai perjalanan dinas seiring pemotongan anggaran. Rapat koordinasi yang biasanya dihelat sepekan sekali dalam sebulan terakhir belum lagi digelar.
Seiring kebijakan efisiensi anggaran, sejumlah kementerian/lembaga mau tak mau harus mengencangkan ikat pinggang sekencang-kencangnya. Tak hanya meminimalkan kegiatan seremonial, operasional sehari-hari pun ikut terdampak.
Di Kemenko Perekonomian misalnya. Para wartawan yang biasa meliput di kantor tersebut mendapati sejumlah lampu yang biasanya terang benderang kini tampak remang-remang.
Kondisi itu dibenarkan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. ’’Jadi, itu menunjukkan simbol bahwa kita dipotong (anggarannya), memang lampu kita matikan. Biar wartawan ikut merasakan,’’ ujar Airlangga sembari berkelakar pada Rabu (5/2) pekan lalu.
Airlangga mengatakan, pihaknya mengalami pemotongan anggaran sekitar 52,5 persen atau Rp 241 miliar dari pagu Rp 459,76 miliar. Kemenko Perekonomian juga membatasi penggunaan AC hingga mengurangi snack konsumsi dalam rapat-rapat internal.
David, bukan nama sebenarnya, yang bekerja di Kemenko Perekonomian, mengatakan bahwa cahaya lampu yang remang-remang itu biasanya paling terasa efeknya ketika jam menginjak pukul 15.00 WIB. Sebab, cahaya matahari mulai meredup.
Apalagi, sudah ada pengumuman kalau penggunaan listrik di kantor maksimal pukul 17.00 WIB. Begitu pula penggunaan AC. Penggunaan lift pun sama.
Setelah pukul 17.00 WIB, akan ada beberapa lift yang tak difungsikan. ”Tapi, masih aman sih. Karena kita juga jarang pulang malam sekarang-sekarang ini,” tuturnya.
Hapus Biaya BBM Pejabat
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pun demikian. Kemenperin tak lagi memberikan biaya pembelian bahan bakar minyak (BBM) kepada pejabat eselon I dan II. ”Hal itu menyesuaikan dengan kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenperin Eko S.A. Cahyanto.
Eko menambahkan, Kemenperin juga melakukan penghematan penggunaan listrik, air, hingga pembatasan perjalanan dinas. Meski demikian, layanan publik tetap dijalankan seperti biasanya.
”Yang pertama dan terpenting dari aspek ini adalah kinerjanya (ASN) harus tetap terjaga. Itu nomor satu, itu harus kita lakukan sehingga kinerjanya terjaga, target-target bisa tetap tercapai,” katanya.
Cemaskan Gaji
Menurut David, yang sempat bikin ketar-ketir dirinya dan kawan-kawan sekantor adalah soal tunjangan hari raya (THR) dan gaji. ”Syukurlah, akhirnya pemerintah sudah memastikan THR aman,” katanya.
Namun, soal gaji, David dan teman-temannya masih cemas. Mengingat pemangkasan anggaran itu hitung-hitungannya mencakup keseluruhan. ”Walaupun belum ada pengumuman resmi dari kantor, tapi secara hitung-hitungan kasar (setelah efisiensi, Red) gaji pegawai itu cukup buat lima bulan aja,” ungkapnya.
Kondisi serupa disampaikan Salma, juga bukan nama asli. Pegawai Kementerian Sosial (Kemensos) itu mengakui berbagai bentuk efisiensi juga dilakukan kantornya.
Mulai penerangan yang dikurangi hingga AC yang dimatikan ketika hujan. ”Biasanya, alternatifnya adalah buka jendela,” katanya.
Menurut dia, sejauh ini efisiensi di kantor belum mengganggu kerja mereka. Hanya kadang masih suka kebingungan kalau butuh kertas karena stok dikurangi. Kemensos mengalami efisiensi anggaran mencapai Rp 1,3 triliun.
Penerapan penghematan pengeluaran lewat menekan biaya operasional juga diterapkan di Kementerian Agama (Kemenag). Salah satu kantor mereka di Jakarta Selatan sudah menerapkan sejak 4 Februari lalu. ’’Kami sudah menerapkan AC dan lampu on-off,’’ katanya.
Maksudnya, ketika ruangan tidak digunakan, lampu dan AC dimatikan. Berbeda dengan sebelumnya, ruangan tetap menyala meski tidak ada aktivitas.
Dampak yang juga signifikan terjadi di Kementerian PU. Pemotongan anggaran sebesar Rp 17,9 triliun berdampak besar. Salah satunya, biasanya hampir seminggu sekali kementerian yang dipimpin Dody Hanggodo tersebut menggelar rapat koordinasi dan kinerja. Namun, kini hampir satu bulan belakangan tidak ada lagi kegiatan semacam itu. (dee/far/agf/wan/idr/mia/lyn/c6/ttg)
Editor : A'an