Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ramadan 2025 Hari Sabtu atau Minggu? Awal Puasa Berpotensi Berbeda, Ini Penjelasan BRIN dan Kemenag

Miftahul Khair • Kamis, 27 Februari 2025 | 13:58 WIB
ILUSTRASI HILAL
ILUSTRASI HILAL

PONTIANAK POST - Tahun 2025, umat Islam di Indonesia berpotensi menghadapi perbedaan awal Ramadhan 1446 H.

Hal ini disebabkan oleh ketinggian hilal yang belum sepenuhnya memenuhi kriteria yang ditetapkan pemerintah. 

Menurut Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaludin, awal Ramadhan diperkirakan jatuh pada 2 Maret 2025.

Perkiraan ini berbeda dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, yang menetapkan 1 Ramadhan pada 1 Maret 2025. 

Thomas menjelaskan bahwa pada 28 Februari 2025, posisi Bulan saat magrib di Banda Aceh berada pada ketinggian 4,5 derajat dengan elongasi 6,4 derajat. Sementara di Surabaya, ketinggian Bulan tercatat 3,7 derajat dengan elongasi 5,8 derajat. 

"Posisi Bulan masih cukup rendah dan dekat dengan Matahari, sehingga sulit diamati," ujar Thomas dalam video yang diunggah di kanal YouTube miliknya. 

Karena kemungkinan hilal sulit terlihat, ada potensi 1 Ramadhan jatuh pada 2 Maret 2025. 

Sidang Isbat Kemenag akan Menentukan Awal Puasa 

Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Sidang Isbat pada 28 Februari 2025 untuk menetapkan awal Ramadhan 1446 H.

Sidang ini akan dipimpin oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. 

Menurut Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, berdasarkan perhitungan hisab, ijtimak (pertemuan Bulan dan Matahari) terjadi pada 07.44 WIB di hari yang sama. 

"Secara astronomi, ada indikasi kuat bahwa hilal akan terlihat. Namun, keputusan akhirnya akan ditetapkan dalam Sidang Isbat," jelas Arsad. 

Baca Juga: Pertamina Tegaskan Pertamax Bukan Hasil Oplosan, Tapi Proses Blending

Data BMKG Soal Hilal di Indonesia 

Berdasarkan catatan BMKG, ketinggian hilal pada 28 Februari 2025 di Indonesia bervariasi antara 3,02 derajat di Merauke hingga 4,69 derajat di Sabang, dengan elongasi antara 4,78 derajat hingga 6,4 derajat.

Selain itu, BMKG juga mengingatkan adanya gangguan pengamatan hilal akibat keberadaan objek astronomis lain seperti planet Venus, Merkurius, dan bintang terang seperti Sirius. 

"Pada 28 Februari 2025, sejak Matahari terbenam hingga Bulan terbenam, terdapat Saturnus dan Merkurius yang berjarak kurang dari 10 derajat dari Bulan," tulis BMKG dalam keterangannya. 

Potensi Perbedaan Awal Puasa di Indonesia 

PP Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1446 H jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025, menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal.

Muhammadiyah juga telah menentukan 1 Syawal 1446 H atau Idulfitri jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. 

Dengan adanya potensi perbedaan ini, umat Islam di Indonesia diimbau untuk tetap menunggu keputusan resmi dari Kementerian Agama terkait awal Ramadhan 1446 H. (mif)

Editor : Miftahul Khair
#awal puasa 2025 #BRIN #kemenag #Berbeda #Sabtu #Minggu