Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Banjir Bandang Picu Aksi Warga Bongkar Paksa Tempat Wisata di Puncak Bogor

Miftahul Khair • Sabtu, 8 Maret 2025 | 14:29 WIB
Pembongkaran bangunan objek wisata Hibisc Fantasy Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (7/3). Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menargetkan pembongkaran bangunan tak berizin di kawasan tersebut.
Pembongkaran bangunan objek wisata Hibisc Fantasy Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (7/3). Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menargetkan pembongkaran bangunan tak berizin di kawasan tersebut.

 

PONTIANAK POST - Dampak banjir bandang di Jabodetabek pada awal pekan ini tak hanya merendam gedung dan rumah serta merusak jalan tetapi juga memicu pembongkaran bangunan.

Sampai kemarin (7/3), warga masih membongkar paksa tempat wisata Hibisc Fantasy Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, yang ditengarai sebagai pemicu banjir.

Kemarin merupakan hari kedua warga mengambil alih alat berat dan kembali membongkar sejumlah bangunan di tempat wisata milik PT Jaswita Jabar, BUMD Provinsi Jawa Barat (Jabar), tersebut.

Dari pantauan, ratusan warga mulai berkumpul di depan Hibisc Fantasy Puncak sejak pukul 14.00 WIB. Sempat terjadi aksi saling dorong antara warga dan para karyawan Hibisc Fantasy Puncak yang membuat situasi kian tegang.

Satpol Pamong Praja (PP) Provinsi Jabar, Satpol PP Kabupaten Bogor, serta petugas kepolisian yang berjaga memang turun tangan melerai. Mereka meminta warga tetap tenang, tapi pembongkaran terus berlangsung.

Maun, salah seorang warga, mengatakan bahwa warga ingin semua bangunan di wisata milik PT Jaswita itu rata dengan tanah.

”Karena sudah ada perintah dari Pak Gubernur bahwa wisata itu harus dibongkar semua, dijadikan kawasan hutan,” ucapnya.

Pada Kamis (6/3), Dedi Mulyadi, Gubernur Jabar, yang sempat menangis menyaksikan kerusakan Puncak akibat alih fungsi lahan menyebutkan, pembongkaran dilakukan personel dari Satpol PP Jabar dibantu Pemkab Bogor. Pembongkaran itu dilakukan karena pihak Hibisc Fantasy Puncak tak mau membongkar sendiri.

Menurut Maun, warga sudah sangat geram sehingga tidak bisa lagi menunggu petugas satpol PP yang melakukan pembongkaran. Apalagi jika berkaca pada pembongkaran PKL Puncak beberapa waktu lalu.

”Waktu PKL dibongkar, aparat cepat, sedangkan ini karena perusahaan besar, terkesan lama, berbelit-belit,” katanya.

Dedi menargetkan pembongkaran itu bakal selesai sebelum Lebaran. Tapi, dia belum tahu prosedur hukumnya berapa lama. ”Kita tunggu keputusan Kementerian Lingkungan Hidup,” ujarnya. (cok/c19/ttg)

Editor : Miftahul Khair
#bongkar #banjir #bogor #tempat wisata