PONTIANAK POST - Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan QR Code Indonesian Standard tanpa pindai (QRIS Tap) di stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jumat (14/3). Dengan teknologi berbasis near field communication (NFC), memudahkan pengguna dalam melakukan pembayaran. Cukup dengan menempelkan smartphone ke mesin pembayaran, transaksi bisa dilakukan dalam hitungan 0,3 detik tanpa perlu memindai kode barcode secara manual.
Implementasi QRIS Tap dilakukan secara bertahap di sektor transportasi, ritel, kesehatan, pendidikan, hingga pengelolaan dana dan barang/jasa lainnya. Di antaranya merupakan badan layanan umum seperti di MRT, TransJakarta, DAMRI, LRT, KRL, dan sejumlah titik parkir. Deputi Gubernur BI Filianingsih mencoba layanan QRIS Tap saat hendak parkir di basement Lippo Mall Nusantara. Begitu pula saat berbelanja di merchant yang tersedia di dalam mall tersebut. Saat ini terdapat 2.353 merchant yang sudah bisa melayani QRIS Tap.
Gubernur BI Perry Warjiyo juga sudah menggunakan QRIS Tap di staisun MRT Bundaran HI. Di tahap awal, QRIS Tap hanya untuk rute Bundaran HI- Lebak Bulus dan sebaliknya. "QRIS Tap dikembangkan untuk menghadirkan cara baru bertransaksi secara digital yang lebih cepat, praktis, dan aman," ujarnya.
Implementasi QRIS Tap berbasis NFC, lanjut dia, dapat meningkatkan kecepatan dan kenyamanan transaksi nirsentuh bagi masyarakat. Memperluas ekosistem pembayaran digital yang inklusif, aman, dan murah bagi layanan publik. Layanan QRIS Tap juga merupakan hasil dari kerjasama BI bersama Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Perhubungan, perusahaan penyedia jasa pembayaran (PJP), hingga pemerintah DKI Jakarta.
Perry menjelaskan, penggunaan QRIS Tap dilakukan secara bertahap. Terutama di kanal-kanal moda transportasi, layanan publik, dan merchant lainnya. Di tahap awal, saat ini bisa digunakan di beberapa lokasi layanan transportasi, parkir, rumah sakit, serta ritel dan usaha mikro, kecil menengah (UMKM). Antara lain Stasiun MRT Bundaran HI dan Stasiun MRT Lebak Bulus, Transjakarta yang masih terbatas pada Royaltrans, bus DAMRI JR Connexion Jabodetabek, merchant parkir, serta rumah sakit umum daerah (RSUD) Tarakan, RSCM Kencana, dan RSPAD Gatot Subroto Paviliun Kartika.
Selanjutnya, implementasi QRIS TAP akan diperluas ke seluruh stasiun MRT, Transjakarta, LRT Jakarta dan Jabodebek, ticketing DAMRI, KRL Jabodetabek dan Jogja-Solo, serta perluasan secara berkelanjutan. Pengguna tidak dikenakan biaya transaksi menggunakan QRIS Tap. Biaya dikenakan kepada merchant berupa Merchant Discount Rate (MDR) yang ditetapkan untuk kategori BLU dan Public Service Obligation (PSO) sebesar 0 persen. "Yang penting duitnya ada lo di rekeningnya. Tap, tap, tap tapi nggak ada duitnya ya nggak bisa," celetuk Perry.
Ketua Umum Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Santoso Liem menyatakan, saat ini terdapat 15 perusahaan jasa pembayaran meliputi perbankan maupun perusahan keuangan non-bank yang sudah bisa melayani QRIS Tap. Diantaranya Bank BRI, BCA, BNI, Bank Mandiri, CIMB Niaga, Bank DKI, DANA dan GOPAY.
Meski demikian, penggunaan QRIS Tap hanya bisa melalui smartphone android. "Kami mendorong PJP yang jumlahnya mencapai 257 PJP untuk menerapkan QRIS Tap. Namun mereka juga harus menyiapkan diri dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan BI," ungkap Santoso. (han/jp)
Editor : A'an