Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Balon Udara Rusak Rumah dan Mobil, Lukai Warga, dan Padamkan Listrik Ribuan Rumah

Hanif PP • Kamis, 3 April 2025 | 09:19 WIB
BALON UDARA: Ratusan balon udara memeriahkan festival balon udara di Wonosobo, Jawa Tengah, Selasa (1/4). Festival Mudik 2025, demikian nama kegiatan tersebut, berpuncak di Alun-Alun Wonosobo pada Min
BALON UDARA: Ratusan balon udara memeriahkan festival balon udara di Wonosobo, Jawa Tengah, Selasa (1/4). Festival Mudik 2025, demikian nama kegiatan tersebut, berpuncak di Alun-Alun Wonosobo pada Min

PONTIANAK POST – Dari Lebaran hari pertama (31/3) sampai sehari setelah Lebaran hari kedua (2/4), insiden balon udara jatuh terjadi di tiga wilayah di Jawa Timur: Kota Blitar dan Kabupaten Malang serta Tulungagung. Dampak yang ditimbulkan tak main-main: mulai merusak rumah dan mobil dengan nilai kerugian puluhan juta, menyebabkan listrik padam di kediaman ribuan orang, sampai melukai seorang warga.

Balon udara disertai petasan yang jatuh di rumah Turmudi, warga Dusun Bancang, Desa Gandong, Kecamatan Bandung, Tulungagung, kemarin (2/4), misalnya, menyebabkan anak si pemilik rumah, Mujadi, mengalami luka lecet di muka dan tangan. Mobil Daihatsu Xenia milik Mujadi yang tengah mudik pun ikut jadi korban.

Awalnya, tutur Mujadi, balon udara tersebut jatuh di atas rumah orang tuanya. Lalu terjadi tiga ledakan kecil, disusul dua ledakan besar. ”Kalau luka-luka ini karena terkena percikan kaca dan batu kerikil dari tanah,” terang Mujadi seperti dikutip dari Jawa Pos Radar Tulungagung.

Luka itu dia alami saat mencoba mengecek mobilnya ketika ledakan kecil pertama terjadi. Dia menduga yang menerbangkan balon udara adalah warga kampung sebelah desanya, didasarkan arah terbangnya.

Kapolsek Bandung AKP Anwari menduga balon udara bukan dari Kecamatan Bandung. Mengingat sebelumnya pihaknya telah melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak melakukan hal tersebut.

”Setelah kami lakukan penyelidikan sementara, awal (balon udara) adalah dari wilayah Desa Ngadisuko, Kecamatan Durenan, Trenggalek,” ungkap Anwari.

Bandung dan Durenan bertetangga. Dari kejadian tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil yang mengalami kerusakan, tiga petasan yang belum meledak, dan satu buah arko warna merah yang ditemukan di lokasi yang diduga dijadikan tempat menerbangkan balon udara.

Anwari menyebut total kerugian dari kejadian ini ditaksir sampai Rp 30 juta. Itu didasarkan kerusakan material rumah serta mobil yang rusak parah di bagian kabin dan bodi sebelah kiri.

Dua hari sebelumnya (31/3), kejadian serupa terjadi di Kota Blitar. Balon udara yang dipasangi petasan jatuh di atap rumah Novergie Sapthya Putra, warga Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Insiden itu diketahui sang pemilik rumah sepulangnya dari salat Idul Fitri.

Akibatnya, beberapa genting rumahnya pecah. Peristiwa ini menjadi perhatian setelah video kejadian tersebut diunggah ke Instagram dan ramai menjadi sorotan.

”Pemilik rumah mengaku mendengar suara ledakan petasan dari atas rumahnya setelah pulang salat Id sekitar pukul 07.47 WIB. Saat dicek, ternyata ada balon udara berisi mercon yang jatuh di atap rumahnya,” ujar Kapolsek Sukorejo Iptu Imam Subechi ketika dikonfirmasi kemarin (2/4). 

Kejadian tersebut menyebabkan genting rumah pecah sekitar 10 biji. Saat petugas kepolisian tiba di lokasi sekitar pukul 15.30, balon udara sudah dibuang ke belakang rumah. Namun, masih tertinggal kerangka, sumbu api, dan beberapa butir petasan yang kemudian diamankan polisi. 

Nyangkut di Tiang Listrik

Insiden yang disebabkan balon udara juga terjadi di dua kecamatan di Kabupaten Malang pada Selasa (1/4). Akibatnya, ribuan rumah di kedua kecamatan tersebut, Pujon dan Lawang, mengalami mati listrik.

Terkait kejadian di Pujon, Manajer PLN ULP Batu Catur Surya Dharma Suryana menyampaikan, lokasi tersangkutnya balon udara di salah satu tiang listrik di Desa Pandesari. ”Sekitar 8 ribu rumah yang terdampak. Pemadaman total terjadi pukul 05.59 sampai 06.04 WIB,” tutur Catur seperti dilansir Jawa Pos Radar Malang.

Beruntungnya, tambah dia, padamnya listrik tidak berlangsung lama. Meskipun demikian, proses evakuasi berlangsung sampai satu setengah jam karena ukuran balon udaranya besar.

”Selama evakuasi tidak ada pemadaman listrik. Karena memang siaga hari raya,” papar Catur.

Sementara itu, di Lawang, pada hari yang sama, balon udara tersangkut di tiang listrik Jalan Kalianyar, Kelurahan Sidodadi. Dampaknya, 11 wilayah mengalami pemadaman.

”Padamnya mulai 09.57 WIB. Setelah ditelusuri hingga pukul 10.23 WIB, diketahui penyebabnya balon udara tersangkut,” tutur Team Leader Teknik PLN ULP Lawang Dani Hermawan.

 

Peserta Luar Negeri 

Di tengah berbagai insiden tersebut, di Wonosobo, Jawa Tengah, festival balon udara tahunan tetap dihelat mulai Selasa (1/4). Festival Mudik 2025, demikian nama kegiatan tersebut, bakal berpuncak di Alun-Alun Wonosobo pada Minggu (6/4) mendatang. 

Mengutip rilis Pemkab Wonosobo yang diterima Jawa Pos Radar Semarang, tahun ini kegiatan yang rutin dihelat pada momen Lebaran itu diikuti 119 balon udara. ”Festival mudik kali ini kita kedatangan peserta dari Brasil dan Kolombia,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo Agus Wibowo.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi dalam penyelenggaraan festival. ”Balon tetap ditambatkan dengan minimal tiga tali yang kuat serta tidak dilepasliarkan,” katanya. (nul/rka/adk/mel/sub/ttg)

Editor : Hanif
#insiden #tulungagung #lebaran #balon udara #ledakan petasan #Malang