Dunia bisnis Indonesia baru saja kehilangan salah satu tokoh besar, Murdaya Widyawimarta Poo, seorang pengusaha yang dikenal luas pada sektor properti dan ritel. Murdaya Poo menghembuskan napas terakhir pada usia 79 tahun di Rumah Sakit Umum Singapura, Senin (7/4) karena komplikasi kanker.
PONTIANAK POST - Kepergian Murdaya Poo menjadi duka mendalam bagi kalangan dunia usaha nasional. Terlebih, perjalanan bisnis Murdaya Poo memiliki kisah yang cukup panjang. Semasa hidupnya, Poo adalah salah satu tokoh umat Buddha Indonesia.
”Segenap Jajaran Dewan Pengurus Pusat Perwakilan Umat Buddha Indonesia turut berduka cita atas meninggalnya Bapak Murdaya Widyawimarta Po,” ujar Dewan Pengurus Pusat Perwakilan Umat Buddha di Indonesia di akun Instagram mereka.
Murdaya lahir di Blitar, Jawa Timur, pada 12 Januari 1946. Dia dikenal sebagai pengusaha yang memiliki sejumlah proyek prestisius melalui group usahanya, Central Cipta Murdaya. Perusahaan tersebut bergerak di bidang teknik, minyak kelapa sawit, hingga kayu lapis.
Suami Sri Hartati Murdaya itu juga tercatat sebagai pemilik PT Metropolitan Kentjana, perusahaan properti pengembang kawasan elite, Pondok Indah dan Puri Indah, di Jakarta.
Murdaya adalah pemilik Pondok Indah Mall (PIM), salah satu pusat perbelanjaan terbesar dan paling banyak dikunjungi di Jakarta. Di samping itu, salah satu orang terkaya di Indonesia itu pun merupakan pendiri sekaligus pemilik Jakarta International Expo di Kemayoran, Jakarta.
Mengutip data Forbes pada 2024, kekayaan Murdaya Poo tercatat USD1,1 miliar atau Rp 16,47 triliun. Pada 2019, Forbes mencatat namanya sebagai orang terkaya di dunia peringkat ke-1.605. Di dalam negeri, dia selalu masuk dalam daftar 50 orang terkaya.
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menyampaikan duka cita atas wafatnya ayah empat anak itu. ”Keberadaan dan kontribusi beliau selama ini telah memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan industri pusat belanja di Indonesia,” ujar Alphonzus.
APPBI juga menyoroti keberhasilan Pondok Indah Mall sebagai salah satu karya inovatif yang telah menjadi sorotan, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di mata pelaku usaha dari berbagai negara tetangga. ”Wawasan dan pemikiran almarhum akan selalu menjadi salah satu acuan bagi perkembangan serta kemajuan industri pusat perbelanjaan di Indonesia,” tambahnya.
Murdaya Poo merintis usahanya sebagai penjual koran eceran di masa mudanya. Murdaya kemudian mengenal dunia bisnis konstruksi pada 1972 dan mendirikan Central Cipta Murdaya Group pada 1992.
Murdaya Poo menikah dengan Siti Hartati Murdaya, yang juga seorang miliarder dan mantan politisi. Mereka memiliki empat orang anak, yaitu Prajna, Metta, Upekkha, dan Karuna.
Tak hanya di dunia bisnis, Murdaya Poo juga sempat aktif berkarier di politik. Ia bergabung menjadi kader PDI Perjuangan pada 1998. Bahkan, Murdaya sukses menjadi Anggota DPR RI mewakili daerah pemilihan Jakarta pada periode 2004-2009.
Di internal partai, ia sempat menjabat sebagai bendahara dan pimpinan cabang.Meski aktif dalam politik, Murdaya dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan jauh dari sorotan publik.(agf/ttg/jp)
Editor : Hanif