Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Menlu Tegaskan Penolakan Relokasi Warga Gaza, Fokus pada Evakuasi Sementara!

Hanif PP • Jumat, 11 April 2025 | 09:31 WIB
Menlu Sugiono
Menlu Sugiono

PONTIANAK POST - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menegaskan bahwa Indonesia tak akan merelokasi ataupun memindahkan warga Gaza ke Indonesia, tetapi hanya menampung untuk sementara waktu.

Klarifikasi ini muncul sebagai respons terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto yang ingin mengevakuasi 1.000 warga Gaza ke Tanah Air dan menginstruksikan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

“Sesuai arahan Presiden, keberadaan mereka di Indonesia bersifat sementara dan sama sekali tidak dimaksudkan untuk ‘memindahkan’ warga Palestina tersebut dari Tanah Air-nya,” kata Sugiono dalam keterangannya, Kamis (10/4).

“Saya ingin menegaskan sekali lagi bahwa Indonesia menolak setiap upaya yang akan merelokasi atau memindahkan warga Palestina dari Tanah Airnya. Setiap upaya yang mengubah ‘demografi’ Gaza merupakan pelanggaran hukum internasional,” imbuh dia.

Dia mengungkapkan, Presiden Prabowo berkomitmen agar Indonesia membantu perjuangan Palestina. Solidaritas rakyat dan Pemerintah Indonesia ditunjukkan melalui berbagai bantuan dalam bentuk peningkatan kapasitas, pembangunan infrastruktur, dan tentunya bantuan kemanusiaan.

Indonesia juga disebutkannya senantiasa konsisten mendorong penyelesaian konflik Palestina-Israel berdasarkan prinsip Solusi Dua Negara (two-state solution) dan mendorong penghentian segala bentuk kekerasan.

Tak hanya itu, Indonesia siap memainkan peran yang lebih luas apabila diminta oleh semua pihak terkait.

“Apabila semua pihak menghendaki dan menyetujui, Indonesia juga siap menerima korban perang, terutama warga sipil, untuk melakukan pengobatan dan perawatan di Indonesia. Selain korban luka, Indonesia siap menerima anak yatim piatu korban perang yang memerlukan perawatan karena trauma yang mereka alami,” tegas dia.

Untuk mewujudkan hal ini, saat ini pemerintah sedang melakukan konsultasi dengan sejumlah negara, terutama dengan pemerintah Palestina. Pemerintah Indonesia juga perlu memastikan bahwa semua langkah sepenuhnya dilakukan untuk kepentingan rakyat Palestina dan mendapat dukungan negara-negara di Kawasan.

Selain itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) juga berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo, khususnya yang berkaitan dengan aspek teknis pelaksanaannya sejak keberangkatan dan kepulangan warga Palestina.

“Waktu pelaksanaan rencana tersebut akan ditetapkan apabila semua konsultasi dengan berbagai negara dan persiapan teknis dapat diselesaikan,” tutup dia.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa Indonesia siap menerima warga Gaza yang menjadi korban agresi militer Israel.

’’Kami siap mengevakuasi mereka yang luka-luka, mereka yang kena trauma, anak-anak yatim piatu, siapa pun yang oleh pemerintah Palestina dan pihak-pihak terkait di situ, mereka ingin dievakuasi ke Indonesia,” jelas Prabowo. Pernyataan tersebut disampaikan presiden sebelum memulai lawatan ke kawasan Timur Tengah dan Turki, Rabu (9/4).

Prabowo menegaskan, dirinya sudah menginstruksikan menteri luar negeri untuk segera berdiskusi dengan Palestina dan pihak-pihak terkait guna membahas mekanisme teknis evakuasi tersebut.  Namun, presiden menegaskan bahwa keberadaan warga Palestina di Indonesia hanya sementara. ”Pada saat mereka sehat kembali, kondisi di Gaza sudah memungkinkan, mereka harus kembali ke daerah asal,” tambahnya.(jp)

Editor : Hanif
#menlu #Prabowo Subianto #gaza #merelokasi warga Gaza #tanah air #sugiono