PONTIANAK POST - Di hari itu, saat bertemu di sebuah rumah sakit di Jakarta, tidak ada yang berubah dari Titiek Puspa di mata Seto Mulyadi. Penyanyi, pencipta lagu, dan aktris legendaris tersebut masih memperlakukannya seperti biasa.
“Beliau memeluk saya dan kalau ketemu selalu memberi saya semangat,” tutur Kak Seto, sapaan akrab ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia tersebut yang di hari itu baru selesai menjalani operasi katarak di mata kiri.
Tapi, dua pekan setelah bertemu Kak Seto di rumah sakit tempatnya kontrol kesehatan itu, Titiek drop seusai syuting di sebuah stasiun televisi. Pelantun”Gang Kelinci” tersebut dilarikan ke Rumah Sakit Medistra.
Kemarin (10/4), tepatnya pukul 16.10, pencipta lagu “Apa-Apanya Dong” yang dipopulerkan Euis Darliah tersebut berpulang dalam usia 87 tahun setelah dirawat selama 15 hari di rumah sakit sejak 26 Maret. Rencananya dia akan dimakamkan hari ini.
“Sebuah kehilangan besar bagi Indonesia,” kata Kak Seto.
Titiek seniman serbabisa. Piawai menyanyi dalam beragam genre, cakap menulis lagu, juga seorang aktris andal. Pemeran dalam film “Ini Kisah Tiga Dara” tersebut juga sempat lama menjadi sutradara operet Lebaran yang rutin tampil di TVRI.
Perempuan kelahiran Tanjung, Tabalong, Kalimantan Selatan pada 1 November 1937 itu juga baik ibu bagi berbagai kalangan, khususnya mereka yang bergerak di dunia hiburan. Pedangdut Inul Daratista dalam sebuah kesempatan pernah menyatakan kalau Titiek tempatnya berlindung ketika dia sempat dirundung karena gaya jogetannya di masa awal berkarier di Jakarta.
Terus Berkarya
Salah satu resep Titiek panjang umur, kata Kak Seto, karena semangatnya untuk terus berkarya dan kreatif. Selain itu, selalu bersyukur, ikhlas, dan tenang. “Kesehatan mental juga penting, saya banyak belajar dari beliau,” paparnya.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menambahkan, salah satu artis terbesar Indonesia sepanjang masa versi Rolling Stone itu menghadirkan memori masa kecil yang indah untuknya. Mereka pernah berada dalam satu proyek film bareng berjudul “Rio Anakku” (1973). Kala itu, keduanya dipasangkan sebagai cucu dan nenek.
“Film itu buat saya jadi pemain anak-anak terbaik di Asia tahun 1970. Saya tak akan pernah melupakan jasa beliau membimbing saya di film itu,” ungkap Rano.
Presiden Prabowo Subianto juga menyampaika duka cita atas meninggalnya artis senior Titiek Puspa . Ucapan duka cita itu disampaikan Prabowo dalam akun media sosial Instagram.
"Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Ibu Titiek Puspa," kata Prabowo dalam story Instagram.
Prabowo mengenang sosok Titiek Puspa merupakan tokoh seni legendaris. Sebab, Titiek Puspa telah berkontribusi besar dalam dunia musik dan kebudayaan Indonesia.
"Dedikasi dan semangat beliau dalam berkarya akan selalu menjadi inspirasi bagi para seniman dan generasi penerus bangsa," tulis Prabowo.
Dalam unggahannya itu, Prabowo juga memanjatkan doa kepada almarhumah Titiek Puspa. Ia berharap mendiang dapat diterima di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran. "Semoga almarhumah diberi tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan," harapnya.(shf/ttg/jp)
Editor : Hanif