PONTIANAK POST – Maman Abdurahman, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Barat, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan UMKM di Kalimantan Barat.
Hal ini disampaikan di sela-sela memberikan sambutan acara Halal Bihalal Partai Golkar Kalbar yang berlangsung di Gedung Zamrud, Jalan Ayani 1, Pontianak pada hari Minggu(13/4).
Dalam sambutannya, Maman mengatakan bahwa ia tidak akan pernah melupakan Kalimantan Barat, baik secara biologis maupun politis. “Saya dilahirkan di sini, insya Allah saya tidak akan pernah lupa dengan Kalimantan Barat. Ini adalah komitmen utama saya,” ujarnya.
Maman juga mengungkapkan rencana pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian dan Perlindungan UMKM sebagai langkah strategis untuk memperkuat sektor ekonomi tersebut.
Ia menjelaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung (backbone) perekonomian negara. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten sangat penting untuk mendorong pertumbuhan UMKM.
“Kami akan membentuk Satgas yang fungsinya mirip seperti Satgas Pengendalian Inflasi. Ini sesuai arahan Presiden yang telah mengimplementasikan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2021,” kata Maman.
Dalam PP Nomor 7 Tahun 2021 mengatur dua hal penting. Pertama 40 persen anggaran belanja barang dan jasa pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten wajib menggunakan produk UMKM. Sebesar 30 persen fasilitas umum di tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten harus mengakomodasi keberadaan UMKM.
"Jika aturan ini dijalankan dengan baik oleh kepala daerah, saya yakin mereka bisa terpilih kembali hingga dua atau tiga periode. Basis ekonomi rakyat itu ada di UMKM,” tambahnya.
Dorong Penyaluran KUR Rp3 Triliun untuk UMKM di Kalimantan Barat, Menteri Optimis Dongkrak Ekonomi Rakyat.
Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus berupaya mendorong perekonomian rakyat dengan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp3 triliun untuk pelaku usaha di Kalimantan Barat hingga April 2023.
Menteri UMKM RI, Maman Abdurahman, menyebutkan bahwa program ini menjadi salah satu strategi utama untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat menengah ke bawah sekaligus meningkatkan daya beli.
"Per 13 April, total penyaluran KUR di Kalimantan Barat sudah mencapai Rp844 miliar dari target kurang lebih Rp3 triliun. Program ini bukan hanya sekadar bantuan sosial, tetapi bertujuan untuk memupuk semangat kewirausahaan masyarakat,” ujar Maman kepada sejumlah wartawan.
Penyaluran KUR ini melibatkan 46 bank penyalur yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan Barat, termasuk bank-bank besar seperti BRI, Bank Mandiri, BNI, serta bank swasta lainnya. Maman menegaskan bahwa evaluasi penyaluran dilakukan setiap tiga bulan untuk memastikan efektivitas dan kualitas distribusi dana kepada pelaku UMKM.
Maman juga menyebutkan berdasarkan hasil studi dan riset internal Kementerian UMKM bersama lembaga ekonomi seperti BRI Institute, program KUR dinilai memiliki dampak ekonomi berantai yang signifikan.
Tidak hanya meningkatkan pendapatan keluarga penerima manfaat, KUR juga mendorong penyerapan tenaga kerja lokal dan pertumbuhan ekonomi di sekitarnya.
"Program ini adalah salah satu pengaman barrier ekonomi menengah ke bawah. Dengan adanya KUR, masyarakat tidak hanya mendapatkan modal usaha, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan bisnis mereka secara mandiri,” tambah Maman.
Di sisi lain, multiplier effect dari KUR juga dirasakan lingkungan sekitar penerima manfaat. Misalnya, ketika seorang pelaku usaha mikro mendapatkan KUR, ia dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitar, sehingga berdampak positif pada roda perekonomian lokal.
Di sisi lain, Menteri UMKM menegaskan bahwa arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, sangat jelas terkait keberlanjutan program KUR.
“Pak Prabowo meminta agar program ini dipertahankan sebagai salah satu kebijakan strategis untuk mendukung perekonomian rakyat. Selain itu, kualitas pendistribusiannya juga harus terus ditingkatkan,” ungkap Maman.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, program KUR diharapkan dapat menjadi salah satu pilar utama dalam memperkuat ekosistem UMKM di Indonesia, termasuk di Kalimantan Barat. Keberhasilan program ini juga akan menjadi tolak ukur bagi upaya pemulihan ekonomi nasional pasca-pandemi.
Bagi masyarakat Kalimantan Barat, penyaluran KUR senilai Rp3 triliun ini diharapkan dapat memberikan angin segar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Menteri UMKM optimis bahwa program ini akan mampu mendongkrak pendapatan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
"Ini adalah komitmen pemerintah untuk terus mendukung masyarakat dalam berwirausaha. Kita ingin pastikan bahwa KUR ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat, khususnya di Kalimantan Barat,” tutup Maman.
Dengan langkah-langkah strategis ini, pemerintah berharap KUR dapat menjadi alat efektif untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi perekonomian nasional. (den)
Editor : Hanif