PONTIANAK POST – Pemerintah terus mematangkan pendirian Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Koperasi-koperasi yang sudah ada diharapkan bisa berkolaborasi dengan Kopdes Merah Putih. Termasuk koperasi tani yang jumlahnya sekarang mencapai 755 ribu unit.
Permintaan kolaborasi tersebut disampaikan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono. Dia mengatakan, kerja sama itu merupakan bagian dari strategi nasional untuk membangun ekonomi desa dan memperluas akses petani pada usaha pertanian.
Sudaryono menyampaikan, saat ini terdapat 755.542 kelompok tani atau 30 ribu gabungan kelompok tani seluruh Indonesia. Dari kelembagaan petani tersebut telah terbentuk badan hukum koperasi sebanyak 5.063 unit.
Dia mengemukakan, kolaborasi koperasi tani dengan Kopdes Merah Putih bisa menjadi kekuatan besar untuk pengelolaan usaha tani di desa. ’’Kepala Desa sebagai penanggung jawab bersama warga dan pengurus kelompok tani bisa merancang model koperasi dalam forum musyawarah desa khusus,’’ katanya kemarin (19/4).
Dia mengungkapkan peran strategis koperasi dalam mendukung aktivitas pertanian dan memperkuat perekonomian desa, di antaranya menyediakan benih, pupuk bersubsidi, dan obat-obatan dengan mudah dan murah. Ternasuk membantu Bulog menyerap gabah petani sesuai dengan harga penetapan pemerintah (HPP) Rp 6.500 per kilogram.
Sambas Siap Pelopori
Beberapa daerah sudah menyampaikan dukungan terhadap program Kopdes Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Kabupaten Sambas, misalnya. Sang bupati, Satono, siap menjadi pelopor pembentukan Kopdes Merah Putih, khususnya di wilayah perbatasan dan terluar Indonesia itu.
Bupati dua periode kelahiran Tebas tersebut yakin kopdes akan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. ’’Di Sambas, sebagian besar masyarakat adalah petani dan nelayan. Dengan dukungan Kopdes Merah Putih, mereka memiliki kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan,’’ ujar Satono seusai bertemu Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry J. Juliantono di Jakarta.
Ferry mengapresiasi komitmen Sambas tersebut. Dia menyampaikan, Sambas memiliki posisi strategis karena berlokasi di wilayah perbatasan dan terluar Indonesia. ’’Kemenkop siap mendukung Kabupaten Sambas dalam semangatnya menyambut program prioritas Presiden Prabowo, khususnya pendirian Kopdes Merah Putih,’’ ujarnya kemarin. (wan/dri)
Editor : Hanif