PONTIANAK POST — Kota Yogyakarta berduka atas wafatnya Hamzah Sulaiman, tokoh di balik tokoh legendaris “Raminten” sekaligus pemilik Hamzah Batik Jogja.
Ia tutup usia pada Rabu malam (23/4) pukul 22.34 WIB di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta.
Berita duka tersebut pertama kali disampaikan melalui sejumlah akun Instagram seperti @jogjaku, @pandanganjogja, dan @iswara.jogja pada Kamis (24/4).
Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, Hamzah menghembuskan napas terakhirnya akibat gangguan pernapasan.
Sosok yang memiliki nama lengkap Kanjeng Mas Tumenggung (KMT) Tanoyo Hamiji Nindyo ini dikenal luas sebagai pelestari budaya Jawa melalui restoran khas Raminten serta lini produk Hamzah Batik.
Jenazah almarhum disemayamkan di Rumah Duka PUKJ Yogyakarta. Prosesi pemberkatan dijadwalkan berlangsung Sabtu (26/4) pukul 09.00 WIB, dan dilanjutkan dengan kremasi di Krematorium Madurejo, Prambanan, Sleman, pada pukul 11.00 WIB di hari yang sama.
Banyak pihak telah hadir untuk memberikan penghormatan terakhir, mulai dari kerabat, masyarakat umum, hingga pejabat daerah.
Ucapan duka dan karangan bunga dari berbagai tokoh dan instansi, termasuk dari Wali Kota Yogyakarta, terus berdatangan.
Kepergian Hamzah Sulaiman meninggalkan luka yang dalam, terutama bagi keluarga, karyawan Raminten, Hamzah Batik, serta masyarakat yang mengenalnya sebagai figur inspiratif dan pencinta budaya tradisional. (mif/jpc)
Editor : Miftahul Khair