Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Prabowo Lobi Putra Mahkota Saudi Bahas Pembangunan Kampung Haji Dekat Masjidil Haram dan Pangkas Biaya Penerbangan Garuda

Hanif PP • Senin, 5 Mei 2025 | 09:56 WIB
Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) didampingi Menteri Agama Nasaruddin Umar (kanan) menyapa jamaah calon haji berkebutuhan khusus kloter 10 Jakarta usai meresmikan Terminal Khusus Haji dan Umrah di Terminal 2 F Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Bant
Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) didampingi Menteri Agama Nasaruddin Umar (kanan) menyapa jamaah calon haji berkebutuhan khusus kloter 10 Jakarta usai meresmikan Terminal Khusus Haji dan Umrah di Terminal 2 F Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Bant

PONTIANAK POST - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menurunkan biaya ibadah haji. Salah satu caranya adalah mempercepat rencana pembangunan kampung haji Indonesia di Arab Saudi.

Prabowo telah meminta kementerian agama, badan penyenggara haji, dan penasihat khusus presiden segera membahas masalah itu. "Semua harus duduk bersama dan mencari solusi-solusi untuk mengurangi biaya haji," ujarnya saat meresmikan terminal khusus haji dan umrah di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, kemarin (4/5).

Prabowo mengingatkan, lokasi kampung haji Indonesia harus dekat dengan Masjidilharam, Makkah. Cara itu diyakini akan memangkas biaya akomodasi. "Insya Allah kita akan punya perkampungan sendiri dan kita akan bikin efisien," tuturnya.

Rencana pembangunan kampung haji Indonesia itu sudah disampaikan Prabowo kepada Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Muhammad Bin Salman. "Reaksi beliau waktu itu cukup positif," ungkapnya.

Prabowo juga meminta maskapai Garuda Indonesia untuk melakukan efisiensi dalam biaya penerbangan. Hal-hal yang tidak diperlukan, dapat dipangkas. Sejauh ini, pemerintah telah berhasil memangkas biaya haji sebesar Rp 4 juta. Manfaat hasil pemangkasan itu sudah dirasakan oleh jemaah haji tahun ini yang sebanyak 203.000 orang. Namun, Prabowo mengaku belum puas dan meminta agar biaya haji bisa  lebih ditekan.

"Kalau bisa lebih murah dari Malaysia. Saya kira bisa, kira-kira pak kepala badan ya? Siap, Menteri Agama? Insya Allah, ditonton loh ini," seloroh Prabowo.

Sementara itu, terminal khusus haji dan umrah yang diresmikan Prabowo kemarin adalah terminal 2F. Prabowo mengatakan, pembangunan terminal itu merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Tempatnya pun telah direvitalisasi. Proses tersebut melibatkan Kementerian BUMN, Holding InJourney Airport, PT Angkasa Pura, Kementerian Perhubungan, dan Danantara Indonesia.

Prabowo menyadari, Indonesia merupakan salah satu penyumbang jemaah haji dan umrah terbesar di dunia. Dalam satu tahun, hampir 2,2 juta warga Indonesia yang terbang ke Saudi. Di masa puncak bahkan bisa mencapai 12.000 orang per hari. "Ini sesuatu yang sangat besar, mungkin kita yang terbesar di dunia," ujarnya.

Karena itu, sudah selayaknya jika pemerintah ingin memberi pelayanan terbaik kepada jamaah. "Juga kita mengerti bahwa banyak jamaah kita juga sudah lanjut usianya sehingga benar-benar harus diurus," kata Prabowo.

 

Jemaah Wafat Pertama

Kabar duka datang dari rombongan calon jemaah haji Indonesia. Seorang jemaah perempuan asal Banjarnegara, Jawa Tengah, Daimah binti Suwaryo, wafat sesaat setelah pesawat GA 6104 mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah, Arab Saudi, pada Sabtu (3/5) pukul 03.30 Arab Saudi atau sekitar pukul 07.30 WIB. Raimah menjadi CJH pertama yang wafat di tanah suci.

Daimah, 66, berangkat ke Tanah Suci bersama suaminya, Karno Karta Semi, 62, sebagai bagian dari Kloter 4 Embarkasi Solo (SOC 4). Ia mengembuskan napas terakhir tidak lama setelah pesawat mendarat. Peristiwa itu terjadi setelah Daimah sempat jatuh pingsan sesaat keluar dari toilet pesawat.

“Keluar dari toilet langsung ambruk. Mau ke tempat duduk, saya tutup pintu, dia langsung jatuh. Langsung ditolong petugas,” ujar Karno di Hotel SDU Boutique, Madinah, Sabtu (3/5) malam waktu Arab Saudi atau Minggu (4/5) dini hari WIB.

Karno menuturkan, sang istri tak memiliki riwayat penyakit serius. Bahkan sebelum berangkat, Daimah masih menjalani aktivitas seperti biasa. “Ke ladang masih. Sehat-sehat saja. Gak ada rawat inap atau keluhan besar,” jelasnya.

Namun Karno menyebut sang istri sempat gelisah secara mental sebelum keberangkatan. Sebab, Daimah masuk dalam daftar cadangan dan baru dinyatakan berangkat setelah menunggu kepastian selama lebih dari tiga bulan.

“Koper teman-teman sudah datang, dia belum. Jadi kepikiran terus. Sampai gak bisa tidur, sempat gak mau makan,” ujarnya.

Daimah sempat mendapatkan penanganan medis di dalam pesawat selama sekitar satu jam. Saat itu, ia masih bernapas. Namun tak lama setelah pesawat mendarat, petugas medis menyatakan ia meninggal dunia.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Abdul Basir, menjelaskan bahwa kematian Daimah baru bisa diumumkan setelah otoritas Saudi menerbitkan certificate of death (COD).

Menurut Basir, proses pemulasaran jenazah dilakukan secara lengkap. Daimah disalatkan di Masjid Nabawi dan dimakamkan di Pemakaman Baqi, Madinah. Suaminya turut mendampingi hingga proses pemandian jenazah, namun tidak ikut saat pemakaman karena kondisi emosional yang belum stabil.

“Setelah memandikan almarhumah, suaminya menyerahkan proses pemakaman kepada petugas dan kami antarkan kembali ke kloternya di Sektor 1 Daker Madinah,” terang Basir.

PPIH memastikan seluruh hak jemaah haji atas nama Daimah binti Suwaryo tetap diberikan, termasuk badal haji dan klaim asuransi. Sementara itu, Karno kini tetap melanjutkan ibadah hajinya dan berada di bawah pendampingan petugas kloter. “Mudah-mudahan tetap kuat dan semangat menyelesaikan rangkaian ibadah hajinya,” kata Basir. (dim/far/oni)

Editor : Hanif
#Kampung haji #pembangunan #putra mahkota saudi #Presiden Prabowo #masjidil haram #garuda #Biaya Penerbangan