PONTIANAK POST – Sejumlah purnawirawan TNI dan Polri secara terbuka sudah menyuarakan tuntutan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Namun, isu tersebut sama sekali tidak disinggung ketika kelompok yang sama menghadiri halalbihalal bersama Presiden Prabowo Subianto di Balai Kartini, Jakarta, kemarin (6/5).
Dalam pidatonya, Prabowo malah memamerkan sejumlah program prioritas kepada jajaran purnawirawan TNI dan Polri. Salah satunya Sekolah Rakyat. Prabowo menegaskan akan membangun setidaknya 100 sekolah dengan konsep asrama.
Namun, berbeda dari umumnya yang bersifat elite, pihaknya ingin mengakomodasi kelompok masyarakat bawah. “Biasanya, di setiap negara sekolah seperti itu untuk yang terpintar, tapi saya akan bangun sekolah berasrama untuk keluarga yang paling tidak mampu,” ujarnya.
Tujuannya adalah untuk memutus rantai kemiskinan. “Kalau bapaknya pemulung, anaknya tidak boleh jadi pemulung,” katanya.
Sekolah Rakyat akan dimulai pada Juli 2025. Pada tahap awal, akan dibuka 35 kampus. Saat ini, pemerintah tengah dalam masa seleksi murid yang dilakukan oleh Kementerian Sosial dan Badan Pusat Statistik.
Selain Sekolah Rakyat, Prabowo juga memamerkan program swasembada di berbagai bidang. Setelah pangan, pihaknya akan menyasar energi. Prabowo bahkan bertekad menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM).
Impor BBM, lanjutnya, sangat membebani Indonesia. Dalam setahun, setidaknya hampir 40 miliar dolar Amerika Serikat dikeluarkan untuk kebutuhan itu. Salah satu alternatif yang akan diupayakan adalah pemanfaatan kelapa sawit. “Nanti ada yang bertanya, apa bisa? Harus bisa. Merdeka atau mati! Berdiri di atas kaki sendiri. Kita tidak mau jadi kacungnya bangsa lain. Kalau ada yang mau, silakan. Saya tidak mau,” tegas Prabowo. (far/ttg)
Editor : Hanif