PONTIANAK POST - Presiden RI Prabowo Subianto berharap perayaan Hari Raya Waisak 2569 BE membawa ketenangan, kebijaksanaan, dan semangat welas asih bagi semua.
"Semoga perayaan Waisak senantiasa membawa ketenangan, kebijaksanaan, dan semangat welas asih bagi kita semua," ucap Prabowo dalam unggahan di akun Instagram resmi @presidenrepublikindonesia," Senin.
Prabowo mengucapkan selamat Hari Raya Waisak 2569 BE kepada seluruh umat Buddha di tanah air. Dalam pesannya, Presiden mengajak masyarakat untuk mempererat persaudaraan dan menyebarkan kedamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui cinta kasih serta ketulusan.
Kepala Negara juga mengucapkan kalimat "Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta" yang memiliki arti semoga semua makhluk hidup berbahagia.
Pada tahun ini, peringatan Hari Raya Waisak 2569 BE dirayakan melalui rangkaian Waisak Nasional 2025 yang kembali digelar di kawasan Candi Borobudur, Jawa Tengah.
Puncak perayaannya berlangsung pada hari ini, ditandai dengan kirab dari Candi Mendut ke Candi Borobudur, prosesi pelepasan lampion, peringatan detik-detik Waisak yang sakral, hingga ritual pradaksina, yakni berjalan mengelilingi candi sebagai bentuk penghormatan dan perenungan spiritual.
Sementara itu Menteri Agama Nasaruddin Umar mengucapkan selamat Hari Tri Suci Waisak 2569 BE/2025 kepada seluruh umat Buddha di Indonesia dan menyampaikan bahwa Waisak momentum suci menanamkan kebajikan dan mewujudkan perdamaian dunia.
"Waisak adalah momen suci untuk memperingati tiga peristiwa agung dalam kehidupan Buddha Gautama. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sangat relevan bagi kehidupan bersama, lintas iman dan budaya," ujar Nasaruddin Umar di Jakarta, dikutip Antara, Senin.
Waisak Nasional kali ini mengangkat tema “Tingkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan Mewujudkan Perdamaian Dunia”.
Menag Nasaruddin mengajak masyarakat Indonesia untuk menjadikan Waisak sebagai momentum memperkuat harmoni dan toleransi antarumat beragama.
"Tema ini merupakan ajakan mulia bagi kita semua untuk bersatu, saling menghormati, dan menghadirkan kedamaian, baik dalam pikiran, perkataan, maupun perbuatan," ujarnya.
Menag juga mengapresiasi seluruh rangkaian kegiatan Wesākha Sānanda yang turut menyemarakkan Waisak tahun ini. Menurut dia, kegiatan seperti Thudong (perjalanan spiritual para bhikkhu), bakti sosial, gerakan pelestarian lingkungan, dan pendalaman Dhamma telah memperkaya makna Waisak sekaligus mempererat kebersamaan lintas umat.
"Semoga perayaan Tri Suci Waisak ini menjadi sumber kekuatan spiritual, membawa ketenangan, dan memantapkan semangat persaudaraan dalam membangun Indonesia yang rukun dan damai," kata Menag. (ant)
Editor : Miftahul Khair