PONTIANAK POST – Dua anggota Satgas Operasi Damai Cartenz Polri gugur seusai tertembak di Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, pada Kamis (15/5). Kedua personel tersebut adalah Bripda Dedi Kristian S. Tambunan dan Bharada Kain Rerey. Keduanya merupakan personel Satuan Brimob Polda Papua.
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut.
”Aksi penembakan tersebut sebagai balasan atas gugurnya Bumiwalo Enumbi, pasukan TPNPB Kodap Yambi, yang ditembak oleh aparat militer pemerintah Indonesia pada Sabtu 10 Mei lalu di Puncak Jaya," kata Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom.
Selain itu, Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB juga mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan terhadap seorang agen intelijen militer Indonesia yang menyamar sebagai pengantar air galon pada awal Mei lalu.
Sementara itu, proses pengantaran jenazah berlangsung kemarin (16/5) pukul 08.00 WITA. Sebelum diberangkatkan, keduanya mendapatkan penghormatan terakhir dari seluruh pengantar dan langsung dinaikkan ke pesawat.
Kedua jenazah diberangkatkan menuju kampung halaman mereka di Serui untuk selanjutnya dilaksanakan prosesi pemakaman. ”Kedua jenazah telah diterbangkan ke Timika untuk selanjutnya dikirim ke kampung halaman masing-masing,” kata Kasatgas Humas Damai Cartenz Kombes Pol. Yusuf Sutejo.
Dia menjelaskan, insiden itu terjadi pada sore hari di Kampung Usir, Distrik Mulia. Saat itu, kedua personel satgas keluar dari posko untuk mencari BBM menggunakan motor.
Saat hendak kembali, keduanya ditembak oleh pelaku. Lokasi kejadian berjarak hanya sekitar 50 meter dari posko. Setelah itu, pelaku melarikan diri ke arah Tanjakan Merah Putih menuju Kampung Yamo, Puncak Jaya.
Bripda Dedi dan Bharada Kain langsung dilarikan ke RSUD Mulia, namun keduanya tidak dapat diselamatkan. ”(Sejak awal) pelaku diduga dari kelompok Ternus Enumbi,” katanya.
Dugaan tersebut didasarkan pada motor yang digunakan pelaku, diketahui milik adik anggota KKB Bumiwolo Enumbi, yang tewas dalam operasi prajurit TNI di Kampung Kalome, Ilamobrawi, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, Sabtu (10/5) lalu. (idr/rel/ade/ris)
Editor : Miftahul Khair