PONTIANAK POST - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bekerja sama dengan Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang (YPOS) melakukan translokasi satu individu orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) ke Pusat Suaka Orangutan (PSO) Arsari di Kalimantan Timur, Jumat (23/5).
Orangutan jantan bernama “Mungky”, berusia 24 tahun itu merupakan hasil penyelamatan petugas BKSDA Kalbar dari masyarakat di Kabupaten Sanggau pada tahun 2014. Primata terancam punah itu kemudian dititiprawat di YPOS untuk menjalani rehabilitasi.
Namun demikian, Mungky menunjukkan perilaku agresif dan tidak memungkinkan untuk mengikuti proses pembelajaran bertahan hidup di alam liar. Berdasarkan penilaian medis dan perilaku, Mungky dikategorikan sebagai orangutan yang tidak dapat dilepasliarkan (unreleasable).
Kepala Balai KSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane mengatakan, sejak awal, Mungky menunjukkan perilaku agresif yang berisiko dan tidak memungkinkan mengikuti program rehabilitasi dan sekolah hutan.
“Selama lebih dari 10 tahun, Mungky hidup bergantung pada manusia dan tidak pernah menjalani pembekalan kemampuan bertahan di alam,” kata Murlan, dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/5). Oleh karena itu, kata Murlan, translokasi di PSO Arsari merupakan solusi terbaik.
“PSO Arsari memberikan solusi alternatif bagi Mungky untuk menjalani kehidupan semi-liar dalam lingkungan yang mendukung kesejahteraannya,” tambah Murlan.
Mungky diberangkatkan dari Sekolah Hutan Jerora di Sintang pada Jumat, 22 Mei 2025 pukul 20.00 WIB, menempuh perjalanan darat selama sembilan jam menuju Bandara Supadio. Selama perjalanan, kondisi kesehatan Mungky terus dipantau oleh tim medis YPOS.
Selanjutnya, pada Jumat, 23 Mei 2025 pagi hari pukul 08.00 WIB, Mungky diterbangkan menuju Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan dan sempat transit lebih kurang empat jam di Bandara Soekarno Hatta.
Setibanya di Balikpapan, perjalanan dilanjutkan melalui darat menuju Pelabuhan ITCI dan akhirnya tiba di PSO Arsari pada pukul 21.59 WITA. Sesampainya di lokasi, Mungky menjalani observasi dan pemantauan lanjutan oleh tim medis untuk memastikan kondisi fisik dan mentalnya tetap stabil.
PSO Arsari merupakan kawasan hutan semi alami dengan luas 247 hektare yang terletak di Pulau Kelawasan, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, atau sekitar 10 kilometer dari Titik Nol Ibu Kota Nusantara (IKN).
PSO di bawah Yayasan Arsari, pimpinan Hashim Djojohadikusumo-adik kandung Presiden RI Prabowo Subianto, itu diklaim memiliki fasilitas dan pengelolaan yang memenuhi prinsip kesejahteraan orangutan, khususnya yang tidak dapat dilepasliarkan ke habitat alaminya karena alasan tertentu.(arf)
Editor : Hanif