Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Stimulus Ekonomi Prabowo: BSU, Diskon Tiket, hingga Bantuan Beras untuk Rakyat

Miftahul Khair • Selasa, 3 Juni 2025 | 14:51 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengikuti rapat terbatas bersama Presiden di Istana Negara, Senin (2/6).
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengikuti rapat terbatas bersama Presiden di Istana Negara, Senin (2/6).

PONTIANAK POST — Pemerintah menetapkan program Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, menyasar pekerja berpenghasilan di bawah Rp3,5 juta per bulan.

Kebijakan ini diumumkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati seusai menghadiri rapat terbatas di Istana Negara, Senin (2/6).

Ia menyampaikan bahwa bantuan tersebut bertujuan menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan perlambatan ekonomi global.

“Bantuan subsidi upah (BSU) diberikan kepada 17,3 juta pekerja bergaji di bawah Rp3,5 juta atau di bawah UMP/UMK,” kata Sri Mulyani.

Penyaluran BSU akan dilakukan oleh Kementerian Ketenagakerjaan dengan memanfaatkan data dari BPJS Ketenagakerjaan. Para penerima akan mendapatkan Rp300 ribu per bulan untuk bulan Juni dan Juli, atau total Rp600 ribu per orang.

Program ini tidak hanya menyasar pekerja sektor swasta, tetapi juga guru honorer. Sebanyak 565 ribu guru honorer tercatat sebagai penerima manfaat dan akan memperoleh jumlah bantuan yang sama.

“Guru honorer ini juga akan mendapatkan Rp300 ribu per bulan untuk dua bulan, yaitu Rp600 ribu,” jelas Sri Mulyani.

Awalnya, pemerintah merancang program diskon tarif listrik 50% untuk masyarakat berdaya listrik 450–1.300 VA. Namun, rencana itu dibatalkan karena kendala proses penganggaran yang tidak dapat diselesaikan tepat waktu.

“Diskon listrik ternyata penganggarannya lebih lambat. Karena target pelaksanaan adalah Juni dan Juli, kami memutuskan tidak bisa dilanjutkan,” ungkap Menkeu.

Sebagai alternatif, anggaran dialihkan ke BSU karena dinilai lebih siap dari sisi data dan distribusi. Data dari BPJS Ketenagakerjaan disebut telah valid dan mencakup pekerja yang benar-benar memenuhi syarat.

BSU merupakan salah satu dari lima komponen dalam paket stimulus senilai Rp24,44 triliun yang digagas Presiden Prabowo.

Stimulus ini dirancang untuk menopang konsumsi masyarakat kelas pekerja dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Program ini menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap kelas pekerja dan kelompok berpenghasilan rendah yang rentan terdampak fluktuasi ekonomi. (mif)

Berikut rincian lima paket insentif tersebut:

1. Diskon Transportasi Umum

2. Diskon Tarif Tol

3. Penebalan Bantuan Sosial

4. Bantuan Subsidi Upah (BSU)

5. Diskon Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Editor : Miftahul Khair
#bantuan subsidi upah #diskon #bantuan sosial #jaminan kecelakaan kerja #prabowo #transporasi umum #tarif tol