Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kemenag Imbau Lansia Wakilkan Lempar Jumrah

Hanif PP • Minggu, 8 Juni 2025 | 09:05 WIB
LEMPAR JUMRAH: Sejumlah jemaah sedang melempar jumrah untuk memenuhi rukun haji.
LEMPAR JUMRAH: Sejumlah jemaah sedang melempar jumrah untuk memenuhi rukun haji.

PONTIANAK POST – Setelah menuntaskan wukuf di Arafah pada Kamis (5/6) dan bermalam di Muzdalifah pada malamnya, sebanyak 221 ribu jemaah haji Indonesia memasuki fase akhir dan paling berat dari seluruh rangkaian haji. Faset dimaksud yakni mabit dan melempar jumrah di Mina. Kemarin (7/6), bertepatan dengan 11 Zulhijah, merupakan hari pertama pelaksanaan lempar tiga jumrah tasyrik.

Kondisi fisik jemaah, terutama lansia dan mereka yang masuk kategori risiko tinggi menjadi perhatian utama Kementerian Agama (Kemenag). Medan menuju lokasi lontarjumrah di Jamarat yang sangat jauh dan padat kerap mengakibatkan jemaah kelelahan, bahkan terpisah dari rombongan. Karena itu, Kemenag mengimbau agar jemaah lansia tidak memaksakan diri untuk melempar jumrah secara langsung.

Konsultan Ibadah Haji Kemenag Aswadi Syuhadak menjelaskan, dalam fikih haji, ada dua bentuk keringanan yang sangat relevan bagi jemaah lansia dan yang sedang tidak prima. Pertama, lempar jumrah bisa dijamak atau digabung waktunya. Misalnya, jemaah yang mengambil skema nafar awal (pulang dari Mina pada 12 Zulhijah) tidak harus melempar setiap hari.

’’Lempar tanggal 11 bisa digabung di tanggal 12. Satu lokasi untuk dua niat. Itu sah dan ringan,’’ jelasnya.

Begitu pula bagi jemaah nafartsani. Mereka bisa melontar jumrah untuk tiga hari sekaligus pada 13 Zulhijah. Keringanan kedua adalah wakalah, mewakilkan lempar jumrah kepada jemaah lain yang lebih muda dan kuat.

’’Jangan dipaksakan. Kalau tidak mampu, wakilkan. Itu sudah sesuai dengan tuntunan syariat dan bagian dari kemudahan dalam agama,’’ ujar Aswadi.

Dia menegaskan, inti ibadah haji adalah ketaatan dan keikhlasan, bukan keteguhan fisik semata. ’’Ibadah ini tidak boleh menyulitkan. Allah memberikan banyak kemudahan untuk hamba-Nya,’’ ungkapnya.

 

Makna Lempar Jumrah

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa lempar jumrah bukan sekadar ritual melempar batu ke jamarat, tetapi merupakan simbol pengusiran sifat-sifat buruk dalam diri.

“Ini kan mengikuti teladan Nabi Ibrahim. Jadi, ini adalah peristiwa simbolik untuk melempar dan mengusir setan. Termasuk setan di sini adalah nafsu kita sendiri,” ujar Menag di depan Jamarat, kemarin. Ia menjelaskan bahwa makna terdalam dari lempar jumrah adalah proses penyucian diri. Ia mengajak jemaah haji Indonesia untuk menjadikan momen ini sebagai saat mengintrospeksi diri dan melepaskan berbagai sifat buruk yang selama ini membelenggu.

“Makna pelemparan jumrah adalah tentang mengusir segala bentuk godaan dan sifat buruk dalam diri kita, keserakahan, amarah, pelit, suka memfitnah, berbohong, dan mencela orang lain. Tinggalkan semua itu di sini, kuburkan sifat-sifat buruk itu di sini,” ucapnya.

Menag juga mengimbau jemaah haji Indonesia untuk mengisi sisa waktu di tanah suci dengan memperbanyak ibadah, doa, dan syukur.

“Yang harus kita bawa pulang ke tanah air adalah jiwa yang kembali suci, kembali ke fitrah. Insya Allah, itu yang akan menyelamatkan kita,” pesannya.

Untuk pelaksanaan lempar jumrah, Kepala Bidang Perlindungan Jamaah Harun mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk mematuhi ketentuan waktu pelaksanaan lempar jumrah yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi, yakni mulai pukul 07.00 WAS hingga 10.00 WAS.

Menurut Harun, kepatuhan terhadap jadwal ini sangat penting untuk mencegah terjadinya kepadatan dan potensi risiko keselamatan.

“Pemerintah Arab Saudi memberikan waktu pelaksanaan lontar jumrah dari jam 07.00 sampai 10.00 pagi. Jika lewat waktu itu, jemaah akan bercampur dengan negara lain, yang bisa menimbulkan kepadatan dan risiko keselamatan,” ujar Harun.(*/dri)

Editor : Hanif
#lempar jumrah #kemenag #Jamaah haji #lansia