PONTIANAK POST - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi mengumumkan kenaikan gaji bagi seluruh hakim di Indonesia. Kenaikan tersebut menjadi yang tertinggi dalam sejarah, bahkan mencapai 280 persen, terutama ditujukan bagi hakim dengan golongan terendah.
Dalam pidatonya saat upacara pengukuhan hakim di Gedung Mahkamah Agung (MA), Jakarta Pusat, Kamis (12/6), Prabowo menyebut bahwa kesejahteraan para hakim sangat penting agar tidak mudah dipengaruhi atau disuap oleh pihak berkepentingan.
"Saya, Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia ke-8, hari ini mengumumkan bahwa gaji-gaji hakim akan dinaikkan, demi kesejahteraan para hakim dengan tingkat kenaikan bervariasi," ucapnya.
Presiden menegaskan, hakim adalah benteng terakhir rakyat kecil dalam mencari keadilan. Maka dari itu, ia menginginkan agar para hakim bisa menjalankan tugas dengan adil dan independen.
Baca Juga: Rp63 Triliun Melayang Gara-Gara Kuota Hangus? ATSI Buka Suara
"Orang miskin, orang kecil, hanya bisa berharap kepada hakim-hakim yang adil... Hakim yang tidak bisa disogok. Hakim yang tidak bisa dibeli..."
Prabowo mengaku terkejut ketika mengetahui bahwa gaji hakim tak mengalami peningkatan selama hampir dua dekade. Ia juga menerima laporan banyak hakim di daerah yang masih menyewa rumah karena keterbatasan penghasilan.
Sebagai bentuk keseriusan, Prabowo bahkan menyatakan siap memangkas anggaran Polri dan TNI bila diperlukan, demi mengalokasikan dana tambahan untuk kesejahteraan hakim. Ia menegaskan bahwa upaya penegakan hukum akan sia-sia jika tidak diiringi dengan putusan pengadilan yang adil.
"Kita butuh hakim-hakim yang benar-benar tidak bisa digoyahkan, tidak bisa dibeli," tegasnya.
Baca Juga: PGI Desak Audit Ulang Izin Usaha Pertambangan di Raja Ampat
Lebih lanjut, Prabowo menyatakan telah menginstruksikan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk segera menyesuaikan APBN guna mendukung kebijakan ini. Golongan hakim bawah akan mendapat kenaikan terbesar, namun seluruh hakim akan menerima penyesuaian gaji secara signifikan.
"Tapi semua hakim akan naik secara signifikan. Secara signifikan. Dan saya monitor terus."
Prabowo meyakini, kondisi keuangan negara mampu menopang kenaikan ini. Ia menutup pidatonya dengan menekankan bahwa sistem hukum yang adil dan kuat akan menjadi pondasi utama keberhasilan bangsa.
"Dengan hakim-hakim yang kuat, kita tegakkan hukum... Siapapun melanggar hukum. Siapa mau bikin macam-macam, patuhi hukum. Untuk kepentingan kita semua." (mif)
Editor : Miftahul Khair