Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Indo Defence Expo & Forum di JIExpo Kemayoran, Jakarta: Drone Turkiye Sita Perhatian, Pindad Kerahkan Tank Harimau  

Hanif PP • Minggu, 15 Juni 2025 | 00:03 WIB

 

DRONE TEMPUR: Penampakan Drone Baykar Bayraktar TB3 buatan Turkiye yang masuk kategori pesawat tempur tanpa awak dengan ketinggian menengah dan jarak jauh. Foto kanan, Tank Harimau, salah satu produk
DRONE TEMPUR: Penampakan Drone Baykar Bayraktar TB3 buatan Turkiye yang masuk kategori pesawat tempur tanpa awak dengan ketinggian menengah dan jarak jauh. Foto kanan, Tank Harimau, salah satu produk

PONTIANAK POST - Pameran Indo Defence Expo & Forum yang berpusat di JIExpo Kemayoran, Jakarta, berakhir kemarin (14/6). Dalam ajang dua tahunan itu, masyarakat disuguhkan persenjataan dan perlengkapan tempur yang modern. Mulai dari senapan, pesawat tanpa awak atau drone, hingga mobil perang berteknologi tinggi.

Dalam pertempuran modern seperti sekarang, persenjataan tanpa awak seperti drone menjadi primadona. Misalnya, yang kini sedang berlangsung, serangan Israel ke Teheran, ibu kota Iran menggunakan drone yang kabarnya diselundupkan terlebih dahulu. Serangan itu berbalas dengan pengiriman 100 buah drone dari Iran ke Israel.

Begitu pun dalam peperangan antara Ukraina dengan Rusia yang sudah berlangsung sejak 2022 lalu. Pertempuran tidak hanya terjadi di darat. Tetapi juga di udara lewat drone. Baik Ukraina maupun Rusia sama-sama saling serang menggunakan drone yang dilengkapi senjata mematikan.

Drone yang digunakan di medan perang dikenal dengan sebutan kamikaze, yaitu drone yang tugasnya adalah bunuh diri. Drone tersebut dilengkapi senjata yang akan meledak saat menabrak target atau sasaran. Drone kamikaze milik Rusia ada yang bernama Shahed-136.

Di ajang Indo Defence Expo & Forum, keberadaan sejumlah drone atau pesawat tanpa awak menyita perhatian pengunjung. Di antara yang terlihat mencolok adalah Drone Baykar Bayraktar TB3 buatan Turkiye. Drone tersebut masuk kategori pesawat tempur tanpa awak dengan ketinggian menengah dan jarak jauh.

Drone yang didominasi warna putih itu berbasis di kapal induk milik Turkiye. Drone Baykar Bayraktar TB3 itu mampu lepas landas dan mendarat di landasan jarak pendek. Sebelumnya, Indonesia dan Turkiye sudah menjalin kerja sama untuk alutsista. Salah satu bentuk kerja sama itu adalah mendatangkan drone tersebut ke Indonesia sebagai penguatan pertahanan.

Dari paparan spesifikasinya, drone Baykar Bayraktar TB3 memiliki misi utama untuk menjalankan pengintaian. Meskipun begitu, drone tersebut juga memiliki amunisi yang ditempatkan di bagian bawah sayap. Spesifikasi utama drone ini adalah bentang sayapnya yang mencapai 14 meter. Kemudian, panjangnya 8,35 meter. Drone tersebut mempunyai kapasitas muatan seberat 280 Kg, berat lepas landas total 1.600 kg, serta daya tahan di udara selama sekitar 21 jam.

 

RI Tampilkan Senapan hingga Maung

Sebagai tuan rumah, Indonesia tidak mau kalah menunjukkan peralatan militer modern. Misalnya ditunjukkan oleh PT Pindad, perusahaan pelat merah yang berfokus pada perlengkapan militer. Dalam pameran kali ini, Pindad mamerkan sejumlah senapan terbaru mereka. Ada tank serta beberapa kendaraan militer.

Untuk senapan, antara lain, SM2-V2. Senapan ini adalah varian dari SM2 yang dimodifikasi untuk kebutuhan khusus seperti coaxial gun, yaitu senapan yang ditempatkan di meriam atau lainnya. Bagian popor senapan dihilangkan. Jarak efektif senjata ini adalah 1.000 meter atau 1 km. Varian ini mampu memuntahkan peluru sebanyak 700 sampai 1.200 dalam satu menit.

Baca Juga: PLN Gelar Aksi Bersih Pantai “Hentikan Polusi Plastik” dalam Semangat Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Produk Pindad lainnya yang menarik perhatian adalah Tank Harimau APC. Pindad bekerja sama dengan FNSS dari Turkiye untuk memproduksnya mulai tahun ini. Pengiriman perdana ditargetkan berlangsung mulai tahun depan. Tank ini masuk dalam kategori 60 ton. Mampu mengangkut 13 personel, termasuk pengemudi, penembak, dan komandan. Tank tersebut dilengkapi perlindungan balistik dan ranjau.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad Prima Kharisma mengatakan,  pihaknya tidak hanya melakukan pameran statis. Tetapi juga menghadirkan sejumlah sesi peragaan atau live demo. Misalnya, live demo Maung V3 Tangguh yang dikendarai oleh personel Detasemen Kawal Khusus (Walsus) Kementerian Pertahanan. Pertunjukan yang disajikan adalah operasi tempur di zona merah, pengintaian, serta kemampuan menyerbu dalam kondisi sunyi.

’’Kami hadir di ajang Indo Defence 2025 dengan menampilkan produk pertahanan terbaru,’’ katanya. Kehadiran tersebut menegaskan komitmen Pindad untuk menghadirkan produk pertahanan yang berkelanjutan, kompetitif, dan inovatif. Tujuannya adalah mewujudkan kemandirian atau swasembada di bidang industri pertahanan. Dia mengklaim produk dan inovasinya siap mendukung TNI dan Polri untuk berbagai misi dalam beragam medan.

 

Bangun Koneksi Pertahanan

Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE) Anton Aliabas mengatakan,  penyelenggaran Indo Defence Expo & Forum memiliki peran strategis. Diantaranya adalah untuk membangun koneksi industri pertahanan tanah air di pasar global. ’’Karena menjadi ajang pertemuan antara produsen dan calon pembeli dari penjuru dunia,’’ tuturnya kemarin (14/6).

Bagi Indonesia, pameran tersebut menjadi media untuk memamerkan  perkembangan industri pertahanan dalam negeri. Perusahaan-perusahaan yang jadi peserta pameran bisa melakukan kerjasama B2B (business to business) untuk kepentingan ke depan.

Manfaat lain adalah,  industri pertahanan di Indonesia bisa melihat langsung perkembangan teknologi di luar negeri. ’’Termasuk mempelajari isu-isu apa saja yang jadi perhatian industri teknologi global,’’ katanya. Informasi tersebut bisa menjadi landasan untuk memperkuat industri pertahanan di tanah air.

Sebelumnya, ajang Indo Defence Expo & Forum dibuka oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (11/6) lalu. Dia mengatakan, pameran itu digelar untuk memberi kesempatan industri pertahanan dalam negeri saling belajar dengan negara-negara sahabat. ’’Mengikuti perkembangan teknologi dan sains, khususnya di bidang pertahanan,’’ kata Prabowo.

Selama empat hari, total ada 1.180 peserta yang mengikuti pameran. Para peserta tersebut berasal dari 42 negara sahabat. Perinciannya adalah 659 perusahaan dari luar negeri dan 521 perusahaan dari dalam negeri. (wan/oni)

Editor : Hanif
#pameran #drone #Senjata #modern #jiexpo #Indo Defence 2025 #kendaraan tempur