Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Jemaah Haji Mulai Dipulangkan, Pemerintah Imbau Tetap Waspadai Masalah Kesehatan

Hanif PP • Senin, 16 Juni 2025 | 09:27 WIB
Kepulangan jemaah Haji Indonesia dari Tanah Suci
Kepulangan jemaah Haji Indonesia dari Tanah Suci

PONTIANAK POST - Pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi telah dimulai sejak Rabu (11/6) lalu. Hingga Minggu (15/6) pukul 14.00 waktu Arab Saudi atau sekitar pukul 18.00 WIB, sebanyak 27.787 jemaah dari 71 kloter telah tiba kembali di Tanah Air. Namun, pemerintah mengingatkan bahwa perjalanan pulang bukan akhir dari kewaspadaan, terutama soal kesehatan.

      Kepala Bidang Kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daker Makkah dr M Imran mengimbau jemaah haji mendatangi puskesmas atau rumah sakit jika merasakan gejala sakit seperti demam, batuk, atau sesak napas. “Jangan tunda pemeriksaan, apalagi bila gejala muncul kurang dari 14 hari setelah kepulangan dari tanah suci. Dan jangan lupa, sampaikan riwayat perjalanan hajinya agar mendapat penanganan yang tepat,” ujarnya dalam konferensi pers di Makkah, Minggu (15/6).

      Menurut Imran, kondisi tubuh jemaah haji memang rentan mengalami penurunan setelah menjalani rangkaian ibadah yang melelahkan di tengah suhu ekstrem. Karena itu, meskipun sudah berada di rumah bersama keluarga, kewaspadaan tetap harus dijaga. “Keluarga tentu menyambut dengan bahagia. Tapi kesehatan harus tetap diutamakan,” katanya.

      Bagi jemaah yang masih berada di Arab Saudi, tantangan kesehatan juga tidak berkurang. Saat ini, wilayah Makkah dan Madinah tengah memasuki puncak musim panas. Suhu di Madinah telah mencapai 47 derajat Celsius, sementara Makkah menyentuh angka 45 derajat. “Kondisi ini diperburuk dengan udara kering dan kelembapan rendah yang membuat suhu terasa lebih panas di tubuh,” jelas Imran.

      Dalam kondisi seperti itu, jemaah haji diimbau membatasi aktivitas di luar hotel, terutama pada pukul 10.00 hingga 16.00 waktu Arab Saudi. Bila terpaksa harus keluar, jemaah diminta memakai pelindung diri seperti topi, masker, semprotan wajah, dan membawa air minum yang cukup. “Minum jangan tunggu haus. Lebih baik sedikit-sedikit tapi sering,” pesannya.

      Bagi jemaah lansia dan yang memiliki penyakit penyerta seperti hipertensi atau diabetes, Imran menyarankan agar lebih banyak beribadah di dalam hotel. Aktivitas seperti tadarus, zikir, atau sedekah, menurutnya, bisa menjadi alternatif yang lebih aman. “Dan untuk lansia, pendampingan mutlak diperlukan setiap kali mereka beraktivitas di luar,” tegasnya.

      Hingga hari ke-44 operasional haji, layanan kesehatan telah menjangkau 72.100 jemaah melalui pos-pos kesehatan kloter. Kasus terbanyak yang ditangani antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hipertensi, dan diabetes. Sementara itu, sebanyak 238 jemaah masih menjalani perawatan inap di rumah sakit Arab Saudi, sebagian besar karena pneumonia, komplikasi diabetes, dan penyakit jantung koroner.

      Tercatat pula, jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat di Tanah Suci hingga Minggu (15/6) mencapai 275 orang. Meski begitu, angka ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada musim haji tahun lalu. “Kami bersyukur karena angka ini dapat ditekan. Tapi tentu kami terus berdoa agar para jemaah senantiasa diberikan kesehatan hingga seluruhnya kembali ke Tanah Air,” ucap Imran.

      Ia juga mengingatkan bahwa kemabruran haji tidak hanya diukur dari tuntasnya seluruh rukun ibadah, tetapi juga dari upaya menjaga kesehatan dan menebar manfaat setelah kembali ke tengah masyarakat. “Semoga jemaah yang telah menunaikan ibadah haji bisa menjadi pribadi yang lebih saleh, sosial, dan religius. Menjadi duta kebaikan bagi masyarakat sekitarnya,” katanya. (*/oni)

Editor : Hanif
#jemaah haji #arab saudi #tanah air #Tiba