Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Perkuat UMKM, BRI Dorong Usaha Camilan Tradisional Jadi Produk Oleh-oleh Lewat Desa BRILiaN

Syahriani Siregar • Minggu, 29 Juni 2025 | 09:00 WIB

UMKM Slondok Renteng Pak Mul milik Purwanto.
UMKM Slondok Renteng Pak Mul milik Purwanto.
PONTIANAK POST - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui program pemberdayaan bernama Desa BRILiaN.

Salah satu desa yang berhasil menunjukkan dampak positif dari program ini adalah Desa Hargobinangun, yang berlokasi di Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Masuk dalam daftar 40 besar Desa BRILiaN tahun 2023, Desa Hargobinangun memiliki posisi strategis di lereng Gunung Merapi dengan luas wilayah sekitar 14.300 meter persegi.

Lokasi desa ini menjadi titik pertemuan antara destinasi wisata alam dan berbagai UMKM lokal.

Salah satu pelaku usaha yang berhasil berkembang dalam ekosistem Desa BRILiaN adalah UMKM Slondok Renteng Pak Mul milik Purwanto.

Usaha ini dikenal dengan produk camilan tradisional slondok yang terbuat dari singkong dan menjadi salah satu produk oleh-oleh khas daerah tersebut.

Selain slondok, usaha ini juga menghasilkan produk lain seperti keripik enthik yang juga populer di kalangan wisatawan.

Purwanto menjelaskan bahwa usaha ini awalnya didirikan oleh kakeknya pada tahun 1960-an dan dilanjutkan oleh orang tuanya. Ia mulai aktif mengelola usaha keluarga ini setelah tamat SMA tahun 2008.

Produk UMKM ini didistribusikan melalui jaringan reseller yang datang langsung ke tempat produksi dan disalurkan ke pusat oleh-oleh di sekitar Yogyakarta dan Jawa Tengah, serta tersedia untuk pembelian langsung oleh konsumen di tempat produksi.

Sejak bergabung dengan program Desa BRILiaN, Desa Hargobinangun mengalami peningkatan kunjungan wisatawan yang signifikan, berdampak langsung pada penjualan produk lokal seperti Slondok Renteng Pak Mul.

Purwanto juga mengungkapkan bahwa usaha mereka kini telah menerapkan pembayaran digital menggunakan QRIS BRI untuk kemudahan transaksi.

Program Desa BRILiaN sendiri bertujuan menciptakan desa yang tangguh, produktif, dan kompetitif dengan memperkuat empat aspek utama, yaitu pemberdayaan BUMDes sebagai motor ekonomi desa, digitalisasi transaksi dan layanan keuangan, pembangunan berkelanjutan (sustainability), serta inovasi berbasis potensi lokal.

Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan BRI, usaha Slondok Renteng Pak Mul mampu mencatat omzet hingga puluhan juta rupiah per bulan.

Pendapatan ini digunakan untuk kebutuhan operasional produksi dan kehidupan sehari-hari.

Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, secara khusus menekankan pentingnya program Desa BRILiaN sebagai strategi BRI dalam menciptakan ekosistem ekonomi desa yang inklusif dan kompetitif.

Dengan memanfaatkan teknologi digital dan penguatan kapasitas usaha lokal, BRI berupaya memastikan setiap desa binaan mampu memberikan kontribusi ekonomi yang nyata dan berkelanjutan. (sya)

Editor : Syahriani Siregar
#Besah #BRILian #bri