Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Bangkai KMP Tunu Pratama Ditemukan, Data Penumpang Kacau, 39 Tak Masuk Manifes

Hanif PP • Minggu, 6 Juli 2025 | 09:53 WIB
Petugas memeriksa barang-barang yang ditemukan dalam operasi SAR tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Sabtu (5/7/2025). Sejumlah peralatan kapal dan barang-barang yang diduga milik penumpang KMP Tunu Pratama Jaya yang
Petugas memeriksa barang-barang yang ditemukan dalam operasi SAR tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Sabtu (5/7/2025). Sejumlah peralatan kapal dan barang-barang yang diduga milik penumpang KMP Tunu Pratama Jaya yang

PONTIANAK POST – Pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali Rabu (2/7) malam belum membuahkan hasil signifikan, kemarin (5/7). Basarnas dan tim gabungan belum berhasil menemukan puluhan penumpang yang hilang.

Jumlah penumpang kapal justru simpang siur. Sebab, kemarin tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri mendapatkan laporan 39 nama penumpang yang tidak tercatat di manifes kapal. Karena itu, polisi akhirnya harus mendata ulang untuk memastikan nama-nama penumpang yang tidak masuk daftar manifes.

Kepala Biro Kedokteran Kepolisian Brigjen Pol Nyoman Eddy Purnama Wirawan mengatakan, 39 nama tersebut dilaporkan pihak keluarga. Polri saat ini ingin memastikan terlebih dahulu keabsahan data tersebut. ”Kita pastikan dulu, kemudian kita ambil sampelnya. Belum tentu yang dilaporkan itu berada di atas kapal. Tapi, kita akan sesuaikan nanti dengan kondisi di atas kapal,” kata Nyoman.

Dia mengimbau pihak keluarga yang merasa menjadi bagian dari penumpang kapal segera melapor. Diharapkan yang datang melapor adalah yang benar-benar memahami ciri fisik penumpang. Misalnya, bentuk rambut, ciri khusus seperti tato, tindik, dan kondisi kekhususan lainnya. ”Termasuk pakaian saat dia baru berangkat atau ada fotonya. Kalau bisa fotonya saat tersenyum, ini jadi bahan kami mencocokkan,’’ imbuhnya.

Jenderal bintang satu itu memastikan proses pendataan akan dilakukan setepat mungkin. Termasuk jika nantinya temuan sudah dalam bentuk jenazah yang sulit dikenali. Polri menyiapkan identifikasi sampai ke tahap DNA. ”Jika tidak dikenali, kami ambil sampel dari yang melaporkan. Kalau tes DNA, hasilnya dua minggu. Yang terpenting dalam hal identifikasi adalah ketepatan,” tandas Nyoman.

 

Danrem-Kapolresta Ikut Memantau

 

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rama Samtama Putra bersama Komandan Korem 083/Baladhika Jaya Kolonel (Inf) Kohir melaksanakan patroli udara untuk memantau langsung perkembangan di lapangan kemarin.

Menggunakan helikopter, mereka menelusuri sejumlah titik koordinat yang menjadi fokus pencarian tim gabungan. ”Patroli ini kami lakukan untuk memastikan seluruh upaya pencarian berjalan efektif dan terintegrasi. Kami juga ingin memastikan bahwa keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” ujar Rama.

Danrem 083 Kolonel (Inf) Kohir menambahkan, sinergi antara TNI dan Polri sangat penting dalam menghadapi bencana maritim. ”Kami berkomitmen untuk terus hadir bersama masyarakat, termasuk dalam situasi darurat seperti ini,” ujarnya.

Pencarian di laut terus dilakukan oleh unsur gabungan yang terdiri atas Basarnas, TNI-AL, Polairud, KPLP, dan sejumlah relawan.

Baca Juga: Open Tournament Basketball Pangdam Cup 2025 Resmi Digelar, Bertabur Pemain Nasional dan Internasional

Lokasi pencarian kemarin diperluas. Deputi Bidang Operasi Basarnas Ribut Eko Suyanto mengatakan, pencarian korban sudah dilakukan sampai radius 25 nautical mile dari titik datum. Baik melalui pemantauan udara dari pesawat dan helikopter serta pemantauan di laut yang dilakukan KRI Teluk Ende, KRI Tongkol, KP Bima, KN SAR Permadi, KN SAR Arjuna, serta beberapa kapal lain. ”Kita belum temukan apa pun dari pencarian di wilayah permukaan laut Selat Bali,” kata Eko.

Meski demikian, ada beberapa properti yang berhasil diamankan petugas. Barang-barang itu sudah diamankan dan akan diidentifikasi sesegera mungkin.

 

Pantau Lokasi Kapal

Pencarian hari keempat akan difokuskan pada penemuan titik tenggelamnya KMP Tunu. Dari pemantauan terakhir, lokasinya diperkirakan berada pada 1,3 sampai 1,5 nautical mile dari Pelabuhan ASDP Ketapang. Sebelumnya sudah ada deteksi di lokasi tersebut. Diduga ada objek dengan ukuran dan spesifikasi yang sesuai dengan kondisi fisik. ”Besok (hari ini) akan dipastikan titiknya. Kita mendapat tambahan alut KRI Pulau Fanildo dan helikopter Panther dari TNI-AL. Kita juga dibantu dua tim penyelam, satu tim divers profesional satu dari Kopaska,” kata Eko.

Proses pencarian akan dimulai pada pukul 06.30. Eko berharap tidak ada kendala cuaca saat proses penyelaman berlangsung. ”Sesuai pemantauan awal, kapal berada di kedalaman 40 sampai 60 meter. Semoga dengan hasil yang ada kita bisa mengidentifikasi lebih cepat,” jelas alumnus AAL angkatan 1990 itu.

Panglima Komando Armada II Laksda TNI I G.P. Alit Jaya mengatakan, keberadaan KRI Pulau Fanildo yang tiba kemarin (5/7) malam ditugaskan untuk mencari lokasi KMP Tunu. Sebelum diturunkan tim penyelaman yang akan melakukan evakuasi di bawah laut. Kapal perang itu langsung digerakkan ke titik datum hilangnya kontak KMP Tunu.

Kapal yang dilengkapi dengan sonar scan dan magneto meter itu akan langsung memastikan di mana titik keberasaan KMP Tunu. ”Kalau cuaca baik, kita langsung turunkan ROV untuk memastikan objek. Kita juga bisa menerjunkan penyelam dari Kopaska,’’ kata Alit. (fre/aif/oni)

Editor : Hanif
#tim gabungan #KMP Tunu Pratama Jaya #bangkai kapal #dvi #tim sar #basarnas