PONTIANAK POST - Penyelenggaraan ibadah haji 2025 sudah hampir rampung. Dari catatan Kementerian Agama (Kemenag), untuk sementara, jemaah haji Indonesia yang meninggal mencapai 437 orang. Jumlah itu hampir menyalip angka tahun lalu.
Jemaah haji Indonesia yang wafat pada tahun lalu jumlahnya 461 orang. Jumlah jemaah haji yang wafat itu masih berpotensi bertambah. Sebab, penyelenggaraan ibadah haji berlangsung sampai 10 Juli serta ada sejumlah jemaah yang menjalani perawatan karena sakit.
Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag Muchlis M. Hanafi mengatakan, di layanan kesehatan kloter, masih ada 852 jemaah rawat jalan. Kemudian, di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), terdapat 3 pasien rawat inap dan 2 orang lainnya dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). ”Lalu, masih ada 34 jemaah yang dirawat di RSAS,” paparnya.
Menurut Muchlis, pemulangan jemaah rute Madinah ke Tanah Air paling akhir pada 11 Juli dini hari waktu setempat. Dia berharap jemaah yang sedang dirawat bisa segera sembuh dan ikut pulang bersama jemaah lainnya. Jemaah yang sakit akan terus dirawat sampai dinyatakan layak terbang.
Dia mengakui, jumlah jemaah haji yang wafat tahun ini hampir sama seperti tahun lalu. Pemicunya karena penyakit kronis. Pihaknya berharap jumlahnya tidak bertambah. ”Empat penyebab terbesar (jemaah wafat) adalah jantung, hipertensi, diabetes, dan paru-paru,” kata Muchlis.
Kesehatan jemaah haji, kata Muchlis, akan menjadi perhatian pemerintah Indonesia. Dalam pelunasan biaya haji, misalnya. Calon jemaah haji (CJH) diharuskan lolos pemeriksaan kesehatan. ”Tentu ini menjadi perhatian Kementerian Kesehatan (Kemenkes) agar lebih ketat lagi dalam hal istitha’ah kesehatan,” katanya.
Sementara itu, hingga kemarin, jumlah jemaah haji beserta petugas kloter yang tiba di Indonesia totalnya 180.744 orang. Perinciannya, 178.904 jemaah dan 1.840 petugas. Mereka tergabung dalam 460 kloter. (wan/aph)
Editor : Hanif