PONTIANAK POST - Pengalaman belajar di lingkungan global ternyata memiliki pengaruh besar terhadap peluang karir di masa depan. Tak main-main, peluangnya bisa naik hingga 30 persen lebih tinggi dibanding belajar di lingkungan biasa.
Fakta ini diungkap dari LinkedIn Future of Work (2023) yang mencatat bahwa lulusan dengan pengalaman belajar di lingkungan global memiliki peluang 30 persen lebih besar untuk direkrut ke posisi strategis. Bukan hanya di perusahaan nasional saja, tapi multinasional.
Rektor Deakin University Lancaster University Indonesia (DLI), Greg Barton, menyebut bahwa peningkatan peluang ini bukan lagi sekadar tren. Akan tetapi sebuah refleksi dari kebutuhan nyata dunia profesional saat ini.
“Ini menegaskan bahwa pendidikan dengan paparan internasional bukan lagi sekadar keunggulan tambahan, melainkan investasi strategis sejak masa perkuliahan,” ujar Barton dikutip Minggu (27/7).
Menurutnya, kolaborasi antara Deakin University Australia dan Lancaster University Inggris yang melahirkan DLI di Indonesia menjadi salah satu jawaban atas kebutuhan tersebut. Melalui kurikulum yang dikembangkan bersama oleh para pakar dari kedua universitas tersebut, pihaknya menghadirkan pendekatan pembelajaran bertaraf internasional dengan metode interaktif yang berbasis pemikiran kritis dan inovasi.
“Seluruh sistem ini dirancang agar mahasiswa dapat memperoleh dua gelar internasional dalam satu jalur studi, tanpa harus meninggalkan Indonesia,” ungkap Barton.
Lebih dari sekadar gelar, Barton menekankan pentingnya ekosistem pembelajaran yang mendukung pertumbuhan holistik mahasiswa. Teknologi pengajaran terkini, fasilitas riset mutakhir, dan layanan pendampingan emosional pun disiapkan untuk menjadi bagian dari pendekatan yang menyeluruh.
“Melalui pendekatan yang progresif dan inklusif, tidak hanya mempersiapkan mahasiswa untuk dunia kerja, tetapi juga membentuk mereka menjadi agen perubahan di masyarakat global,” jelasnya.
Layanan pendukung tersebut mencakup bimbingan akademik, konsultasi dengan dosen dan Student Learning Advisors, serta layanan konseling profesional yang dapat diakses dengan mudah melalui Student Portal kampus.
Dalam konteks globalisasi dan mobilitas talenta yang semakin tinggi, lulusan dengan pengalaman belajar dalam lingkungan lintas budaya dan sistem pendidikan internasional dinilai memiliki keunggulan adaptif dan kepemimpinan yang lebih menonjol. Karnanya, dia menggarisbawahi, jika kehadiran kampus menjadi penting untuk tidak hanya sebagai institusi pendidikan. Kampus disebutnya harus menjadi ruang bertumbuh yang memungkinkan mahasiswa memahami dinamika global tanpa kehilangan relevansi lokal. (mia)
Editor : Hanif