Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Puan Maharani Sambangi Rumah Almarhum Affan Kurniawan, Bantu Pendidikan Adik dan Beri Motor untuk Sang Ayah

Hanif PP • Minggu, 31 Agustus 2025 | 10:39 WIB

 

MELAYAT: Ketua DPR RI Puan Maharani melayat ke rumah duka almarhum Affan Kurniawan di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/8).
MELAYAT: Ketua DPR RI Puan Maharani melayat ke rumah duka almarhum Affan Kurniawan di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/8).

PONTIANAK POST - Ketua DPR RI Puan Maharani melayat ke rumah duka almarhum Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol) yang meninggal dunia setelah dilindas mobil rantis Barracuda Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta, pada Kamis malam (28/8). Ia menyampaikan belasungkawa sekaligus memohon maaf langsung ke pihak keluarga.

Berpakaian serba hitam, Puan datang didampingi Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Puan menyampaikan turut berduka cita mendalam kepada keluarga besar almarhum.

"Saya secara langsung menyampaikan duka cita yang dalam kepada keluarga dan kedua orang tua dari almarhum saudara Affan Kurniawan. Insyaallah keluarga diberikan kekuatan, keikhlasan, dan ketabahan dalam menerima musibah ini. Semoga amal ibadah almarhum diterima Allah SWT," kata Puan saat melayat ke rumah duka di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/8).

 Selain menyampaikan belasungkawa, Puan juga memohon maaf atas insiden yang menimpa Affan. Ia mengakui kinerja DPR masih belum maksimal.

"Atas nama anggota DPR dan pimpinan DPR, sekali lagi saya meminta maaf jika kami sebagai wakil rakyat belum bisa bekerja dengan baik secara sempurna. Kami akan mengevaluasi, berbenah diri, dan mendengar aspirasi rakyat dengan lebih sehat serta lebih baik dalam membangun bangsa," ucapnya.

Dalam kesempatan ini, Puan pun memberikan bantuan dan santunan kepada keluarga Affan. Ia memastikan akan memberikan dukungan pendidikan untuk adik dan kakak almarhum. Ia meminta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk memberikan Kartu Jakarta Pintar (KJP) hingga sekolah kakak dan adik Affan tuntas.

Puan juga mengatakan dirinya telah meminta kepada Gubernur Jakarta untuk membantu lewat kartu KJMU (Kartu Jakarta Mahasiawa Unggul).

"Tadi saya juga menyampaikan kepada keluarganya, insyaallah kakak dan adiknya bisa dibantu sekolahnya, oleh Pak Gubernur, juga kami akan membantu kakak dan adiknya untuk bisa bekerja dan menyelesaikan sekolahnya," ujarnya.

Selain itu, Puan memberikan perhatian khusus terhadap kondisi ekonomi keluarga Affan yang bergantung pada pekerjaan ojek. Ia mengatakan akan memberikan bantuan sebuah motor untuk ayah Affan mencari nafkah.

"Karena bapaknya saat ini bekerja sebagai ojek juga, saya juga menyatakan karena motor dari almarhum rusak atau belum ditemukan. Saya juga menawarkan, saya juga memberikan untuk ada kendaraan, kami juga akan membantu menyiapkan motor sehingga beliau bisa melanjutkan pekerjaannya," jelas Puan.

Lebih lanjut, mantan Menko PMK ini juga meminta pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas tragedi nahas yang menimpa almarhum Affan.

Baca Juga: Komunitas Ojol Kota Pontianak Laksanakan Salat Ghoib dan Doa Bersama untuk Almarhum Affan Kurniawan

"Saya tentu saja pada kesempatan ini meminta kepada kepolisian dan seluruh jajaran untuk mengusut tuntas dan secara transparan mengungkap dan menyelidiki tragedi ini," tegasnya.

Puan memastikan DPR RI akan mengawal kasus Affan agar peristiwa serupa tidak kembali terulang dan dapat diselesaikan dengan berkeadilan.

"Kami tentu saja akan mengawal ini sampai selesai. Jangan sampai insiden seperti ini terjadi kembali, jangan sampai tragedi ini terulang kembali," tegas Puan.

 

Kapolri Pastikan Sidang Etik Rampung Dalam Sepekan

Terpisah, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memastikan proses penegakan hukum terhadap tujuh anggota kepolisian yang terlibat insiden sopir ojek online terlindas kendaraan taktis akan dilakukan secara cepat dan transparan.

“Proses penanganan oleh Propam sudah berlangsung dan saya sudah perintahkan dilaksanakan secara maraton. Kemarin sudah disampaikan, dalam waktu satu minggu sidang etik harus siap digelar,” kata Kapolri didampingi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Kopi Koneng, Bojongkoneng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, usai keduanya pulang dari kediaman Presiden Prabowo, Sabtu.

Menurut Kapolri, penyelesaian kasus ini menjadi prioritas agar masyarakat mendapat kepastian hukum sekaligus menjawab keresahan publik.

Ia menegaskan, selain sidang etik, tidak menutup kemungkinan langkah hukum lain ditempuh jika ditemukan kesalahan yang harus diproses secara tegas.

“Ruang sudah kami buka untuk Kompolnas maupun lembaga hukum terkait agar bisa mengakses dan mengikuti proses penanganan,” ujarnya.

Jenderal Listyo juga menekankan bahwa transparansi dalam penanganan perkara ini akan menjadi bukti komitmen Polri menegakkan aturan tanpa pandang bulu.

“Ini penting untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa kami serius menindaklanjuti kasus yang menimbulkan korban jiwa tersebut,” katanya.

Kapolri menyebut, penyelesaian cepat dan terbuka diharapkan dapat meredakan kegelisahan yang berkembang di tengah masyarakat.

“Ke depan, kami pastikan langkah penegakan disiplin akan berjalan tegas sekaligus memberikan rasa keadilan,” ujar Kapolri.(jp/ant)

 

Editor : Hanif
#Affan Kurniawan #pendidikan #Melayat #ojol #puan maharani