Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pasca Demo Anarkis, Presiden Prabowo Jenguk Korban Kerusuhan di RS Polri

Hanif PP • Selasa, 2 September 2025 | 09:48 WIB
Presiden Prabowo Subianto memberi keterangan usai menjenguk korban kerusuhan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Senin (1/9/2025).
Presiden Prabowo Subianto memberi keterangan usai menjenguk korban kerusuhan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Senin (1/9/2025).

PONTIANAK POST - Presiden Prabowo Subianto kemarin (1/9) mengunjungi korban kerusuhan demonstrasi di Jakarta yang dirawat di RS Polri Kramat Jati. Ada 17 orang yang terdiri dari aparat kepolisian dan sipil yang masih dirawat di rumah sakit tersebut.

 “(Salah satu korban) adalah perempuan yang mau ke pasar naik motor. Dipatahkan pahanya dan motornya diambil oleh yang katanya para demonstran atau apa. Yang jelas ini perusuh,” kata Prabowo usai mengunjungi korban didampingi Kapolri Listyo Sigit.

Hingga kemarin, RS Polri Kramat Jati merawat 43 orang korban kerusuhan demonstrasi. Sebagian besar sudah pulang. Dari 17 yang dirawat, tiga di antaranya adalah sipil dan sisanya aparat kepolisian.

Prabowo mendapat laporan jika mereka yang dirawat ada yang mengalami luka kepala hingga harus operasi tempurung. Ada juga aparat yang harus transplantasi ginjal karena mengalami penganiayaan.

“Saya sampaikan ke Kapolri, saya minta semua petugas dinaikkan pangkat luar biasa karena bertugas di lapangan membela negara dan rakyat,” katanya. Prabowo juga menyebut aparat harus melindungi demonstran yang baik. Dia menyatakan bahwa menyampaikan pendapat diatur undang-undang, misalnya minta izin dan berhenti pada 18.00.

Prabowo mengaku mendapat laporan adanya rombongan demonstran yang datang bertruk-truk dan ada petasan yang besar. Banyak anggota kepolisian yang terkena petasan. “Menurut saya memang sudah rusuh, niatnya membakar. Ditemukan truk isinya alat untuk membakar,” katanya. Belum lagi ada gedung DPRD yang dibakar sehingga Prabowo yakin bahwa aksi massa kali ini niatnya adalah membuat kerusuhan dan mengganggu kehidupan rakyat.

Ketua Umum Partai Gerindra itu juga menuduh ada sekelompok orang yang terencana datang untuk membakar atau merusak.

“Ini sedang diselidiki. Kalau ada kesalahan akan ditindak. Jangan lupa puluhan petugas yang berkorban,” ucapnya. Menurutnya polisi juga terkadang ada yang khilaf sehingga rakyat menjadi korban. Dia juga menekankan bahwa kepolisian sudah menindak tegas anggotanya yang keliru.

Sementara itu, Kapolri Listyo Sigit mengakui telah mendapat perintah dari Prabowo untuk memberikan penghargaan bagi prajurit yang sudah menjadi korban. “Kami diminta untuk menaikkan pangkat, menyekolahkan, dan memberikan penghargaan terbaik untuk prajurit kita yang sudah bekerja keras dan menjadi korban,” bebernya.

Listyo juga mengomentari meninggalnya mahasiswa sebuah kampus swasta di Jogja atas nama Rheza Sendy Pratama yang diduga dikeroyok aparat. “Saat ini sedang dilaksanakan pendalaman meninggalnya karena apa,” ungkapnya.

Listyo menegaskan bahwa instansinya akan menangkap pelaku pembuat kerusuhan. Mereka akan diproses sesuai dengan aturan. (lyn)

Editor : Hanif
#Kunjungi Korban #aparat #rs polri #Presiden Prabowo #penghargaan #demonstran