Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Gus Yahya Minta Maaf, Akui Usulkan Tokoh Pro-Israel di Orientasi Pascasarjana UI

Hanif PP • Jumat, 19 September 2025 | 10:14 WIB

 

 

Ketum PB NU, Yahya Cholil Staquf
Ketum PB NU, Yahya Cholil Staquf

PONTIANAK POST – Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UI yang juga Ketua PB NU Yahya Cholil Staquf meminta maaf atas kehadiran tokoh pro-Israel Peter Berkowitz di acara orientasi mahasiswa Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) pada 23 Agustus lalu. Dia mengakui bahwa kedatangan Berkowitz dalam acara itu atas usulannya.

Permintaan maaf itu disampaikan Gus Yahya, sapaan akrab Yahya Cholil Staquf, kepada seluruh sivitas akademika UI dan masyarakat secara tertulis, kemarin (18/9). Menurut dia, kehadiran Peter Berkowitz dalam acara itu berdasarkan usulannya. ”Usulan saya menghadirkan salah satu narasumber pada acara Pengenalan Sistem Akademik Universitas Program Pascasarjana UI 23 Agustus 2025, kurang disertai kecermatan dalam memeriksa latar belakangnya,” terangnya.

Keputusan itu menimbulkan keresahan dan memengaruhi jati diri UI sebagai kampus perjuangan yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina. Dia menyesali atas kelalaiannya itu. ”Dengan penuh kerendahan hati, saya memohon maaf kepada pimpinan UI, dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, dan alumni,” sambungnya.

Lebih lanjut, Gus Yahya berkomitmen untuk menerapkan mekanisme pengecekan yang lebih ketat lagi. Selain itu, pihaknya akan melibatkan berbagai pihak, agar setiap langkah sejalan dengan nilai luhur dan reputasi UI. ”Saya juga menegaskan kembali bahwa UI, dan saya pribadi, berdiri teguh bersama bangsa Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina,” paparnya.

Dukungan Gus Yahya pada Palestina diwujudkan lewat dukungan keberadaan UI-Palestine Center di UI. Selain itu, dia juga berkontribusi untuk pengembangan dan kemajuannya. ”Semoga UI senantiasa menjadi kampus unggul, berintegritas, dan kebanggaan bangsa,” jelasnya.

Selain mengisi orientasi mahasiswa di UI, Berkowitz juga diundang menjadi pembicara dalam forum di Akademi Kepemimpinan Nasional (AKN) NU pada 15-16 Agustus. Acara itu diikuti 25 peserta. Yahya telah meminta maaf atas kelalainnya tersebut. 

 

UIII Terima Mahasiswa Gaza

 

Sementara itu, Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) kembali menerima mahasiswa baru (maba) dari sejumlah negara. Salah satunya adalah Bayan Ali Muhammad Hassan, asal Gaza, Palestina.

Saat upacara penyambutan maba, Bayan menyampaikan bahwa pendidikan bukan sekadar cita-cita pribadi, melainkan juga tali harapan. Dia terdaftar di Fakultas Studi Islam, Program Magister Takhassus Turath (Kajian Islam Klasik). ”Saya memilih program ini karena melanjutkan jalur akademik yang saya mulai di Universitas Al-Azhar Gaza, tempat saya lulus dari Fakultas Pendidikan dengan fokus pada Studi Islam,” terangnya. (wan/aph)

Editor : Hanif
#Dukungan #ui #gus yahya #palestina #Tokoh #orientasi #Komitmen #pro israel