PONTIANAK POST - Dalam berbagai urusan administrasi di Indonesia, masyarakat seringkali diminta untuk melampirkan dokumen resmi sebagai bukti kelengkapan persyaratan. Salah satu dokumen yang paling umum dibutuhkan adalah Surat Keterangan Sehat (SKS).
Dokumen ini merupakan pernyataan tertulis yang dikeluarkan oleh tenaga medis berwenang biasanya dokter di puskesmas atau rumah sakit yang menyatakan bahwa seseorang berada dalam kondisi bugar, baik secara jasmani maupun rohani.
Fungsi SKS sangat beragam, mulai dari persyaratan melamar pekerjaan di sektor swasta maupun instansi pemerintah, pendaftaran sekolah atau perguruan tinggi, pengajuan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), hingga kebutuhan perjalanan dinas dan aktivitas lain yang memerlukan bukti kesehatan.
Karena sifatnya yang resmi, berkas ini hanya bisa diterbitkan oleh fasilitas kesehatan yang diakui pemerintah, seperti puskesmas dan rumah sakit. Setiap puskesmas memiliki alur pelayanan yang hampir serupa, namun terdapat penyesuaian tertentu sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Misalnya, ada puskesmas yang menambahkan layanan tes rohani dan tes bebas NAPZA sebagai bagian dari persyaratan khusus, terutama bagi pemohon yang hendak mendaftar pekerjaan di sektor tertentu.
Dengan mengetahui prosedur dan persyaratan pembuatan SKS sejak awal, masyarakat dapat lebih mudah menyiapkan dokumen pendukung yang diperlukan, menghindari kesalahan administrasi, serta mempercepat proses pengurusan.
Syarat Pembuatan SKS
Berdasarkan informasi rujukan dari beberapa puskesmas, syarat umum yang perlu disiapkan antara lain:
- Kartu identitas seperti KTP atau kartu pelajar/mahasiswa.
- Pas foto ukuran tertentu jika diminta (umumnya 3x4).
- Formulir permohonan yang bisa diisi di loket puskesmas/rumah sakit.
- Biaya administrasi sesuai ketentuan masing-masing fasilitas kesehatan.
Di beberapa puskesmas, seperti Puskesmas Karanganyar Kebumen, layanan ini juga bisa mencakup pemeriksaan jasmani, rohani, hingga tes bebas narkoba. Hal ini menyesuaikan kebutuhan pemohon.
Prosedur Lengkap Pembuatan SKS
Berikut alur pembuatan SKS umumnya melalui tahapan berikut:
1. Datang ke Fasilitas Kesehatan
Langkah pertama adalah mendatangi puskesmas atau rumah sakit terdekat yang menyediakan layanan penerbitan SKS.
Pemohon disarankan datang lebih awal, terutama di puskesmas dengan jumlah pasien banyak, karena antrian bisa panjang. Layanan ini cukup ramai sehingga warga yang datang lebih pagi biasanya lebih cepat selesai.
2. Melakukan Pendaftaran di Loket Administrasi
Setibanya di puskesmas atau rumah sakit, pemohon perlu menuju loket pendaftaran dengan membawa dokumen yang diperlukan, seperti KTP, kartu pelajar/mahasiswa, serta pas foto jika diminta.
Petugas loket akan mencatat data pribadi dan memberikan nomor antrian untuk pemeriksaan kesehatan. Beberapa puskesmas, juga mewajibkan pengisian formulir permohonan yang memuat data diri dan tujuan penerbitan berkas.
3. Pemeriksaan Kesehatan oleh Dokter
Setelah dipanggil sesuai antrian, pemohon akan diarahkan ke ruang pemeriksaan. Dokter atau tenaga medis akan melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan dasar, antara lain:
- Pemeriksaan tanda vital: tekanan darah, denyut nadi, suhu tubuh.
- Pemeriksaan fisik umum: tinggi badan, berat badan, dan kondisi umum tubuh.
- Pemeriksaan mata: penglihatan dasar, biasanya untuk memastikan tidak ada gangguan serius.
- Pemeriksaan tambahan: beberapa fasilitas menambahkan tes rohani dan tes bebas NAPZA, terutama bila berkas digunakan untuk keperluan kerja tertentu (seperti CPNS atau pekerjaan yang berhubungan dengan keselamatan publik).
Proses pemeriksaan ini bertujuan memastikan bahwa pemohon dalam kondisi bugar dan layak menjalankan aktivitas sesuai tujuan penggunaan berkas.
Misalnya, untuk melamar pekerjaan yang menuntut fisik prima, hasil pemeriksaan ini akan sangat penting.
Baca Juga: Cara Mengurus Surat Kehilangan di Polsek atau Polres Terdekat, Begini Prosedur dan Syaratnya
4. Pembayaran Biaya Layanan
Setelah pemeriksaan selesai, pemohon akan diminta melakukan pembayaran biaya administrasi.
Besaran biaya biasanya berbeda di tiap puskesmas atau rumah sakit karena menyesuaikan aturan daerah.
Di beberapa tempat, biaya untuk SKS standar cukup terjangkau, namun jika ada pemeriksaan tambahan seperti tes NAPZA, biayanya bisa lebih tinggi.
5. Penerbitan SKS
Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi bugar, dokter akan langsung menandatangani dan mengesahkan SKS. Berkas biasanya bisa diambil di loket administrasi pada hari yang sama.
Dokumen ini akan mencantumkan identitas pemohon, hasil pemeriksaan singkat, serta keterangan bahwa pemohon dalam kondisi fit jasmani (dan rohani bila diperiksa).
SKS yang diterbitkan oleh dokter puskesmas atau rumah sakit pemerintah memiliki keabsahan hukum, sehingga dapat dipakai untuk melengkapi berkas administrasi resmi.
Hal ini berbeda dengan berkas tidak resmi yang tidak memiliki dasar legal dan berpotensi ditolak oleh instansi tujuan. (*)
Editor : Miftahul Khair