Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

18 Jenazah Ditemukan di Reruntuhan Musala Al-Khoziny, Total Korban Tewas Capai 44 Santri

Hanif PP • Senin, 6 Oktober 2025 | 05:57 WIB

 

PENCARIAN KORBAN: Petugas gabungan Basarnas, damkar, BPPD, TNI, dan Polri berusaha menyisir reruntuhan bangunan Ponpes Al-Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, yang ambruk, kemarin.
PENCARIAN KORBAN: Petugas gabungan Basarnas, damkar, BPPD, TNI, dan Polri berusaha menyisir reruntuhan bangunan Ponpes Al-Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, yang ambruk, kemarin.

PONTIANAK POST - Pencarian korban ambruknya musala di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, berlanjut kemarin (5/10). Dalam operasi yang berjalan sejak dini hari hingga pukul 16.00, petugas berhasil mengevakuasi 18 jenazah dari balik reruntuhan. Petugas juga menemukan satu potongan kaki di sela puing beton.

Merujuk data di posko tanggap darurat, jenazah pertama dievakuasi pukul 00.15 dari sektor A3. Sedangkan  evakuasi terakhir tercatat pukul 15.40 di sektor yang sama. Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan memperkirakan masih ada lebih dari 20 orang yang tertimbun. Indikasi itu merujuk laporan santri yang hilang dari ponpes. ”Upaya pencarian dilakukan tanpa batas waktu, sampai semua ditemukan,” tegasnya.

Budi menyatakan, penggunaan alat berat tetap dilakukan selama 24 jam. Dia menarget area reruntuhan bersih hari ini. ”Harapan kami besok sudah selesai,” tuturnya.

Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo menambahkan, pihaknya mulai membuka akses tengah dan barat bangunan yang ambruk. Untuk sisi timur, pembukaan akses bakal dikoordinasikan lebih lanjut dengan ahli teknis. ”Mengingat struktur bangunan yang roboh menempel dengan bangunan lain,” ungkapnya.

Berdasarkan catatannya, 13 jenazah dievakuasi dari sektor A3. Di sektor A2 terdapat 3 jenazah. Di sektor A4 satu jenazah, dan di sektor A1 ditemukan potongan kaki.

Dengan temuan itu, Tim SAR gabungan berarti sudah mengevakuasi 57 korban. Termasuk dua potongan kaki. Adapun santri yang meninggal menjadi 44 orang.

Wagub Jatim Emil Dardak kemarin ikut meninjau lokasi. Dia mengaku ingin melihat langsung progres di lapangan. Emil mengungkapkan, evakuasi berkejaran dengan waktu terkait kondisi korban. Selain memastikan upaya yang dijalankan maksimal, dia menyebut keluarga santri juga terus diperhatikan.

Tiga Jenazah Berhasil Diidentifikasi

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur hingga Sabtu (4/10) pukul 22.00 malam telah berhasil mengidentifikasi tiga jenazah santri Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo. Selanjutnya ketiga jenazah tersebut telah diserahkan ke keluarga masing-masing. Tim DVI juga telah mengumpulkan data ante mortem dari lima jenazah lain.

Kabiddokkes Polda Jatim Kombespol dr. M. Khusnan Marzuki menjelaskan, tiga jenazah yang berhasil diidentifikasi tersebut merupakan warga Surabaya. Yaitu, Firman Nur, 16, warga Jalan Tembok Lor, Bubutan; Muhammad Azka Ibadur Rahman, 13, warga Jalan Randu Indah, Kenjeran; dan Daul Milal, 15, warga Jalan Sidokapasan Gang VIII, Simokerto.

Jenazah Firman berhasil teridentifikasi berkat pencocokan melalui data primer berupa profil gigi serta dua data sekunder. Yakni rekam medis dan properti baju yang dikenakan. Sedangkan jenazah Azka teridentifikasi melalui rekam medis dan properti pakaian. ”Jenazah dengan nomor PM RSBB 006 teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, medis, dan properti barang kepemilikan cocok dengan data AM 019 sebagai Daul Milal,” terang Khusnan.

Selain identifikasi terhadap jenazah utuh, Tim DVI Polda Jatim juga turut mengidentifikasi satu potongan tubuh. Potongan tubuh berupa kaki kanan tersebut dikirimkan ke Pusdokkes Polri Jakarta untuk dilakukan pencocokan DNA.

Sejumlah Wali Santri Masih Bertahan

Hingga hari ketujuh pencarian korban kemarin (5/10), posko pusat informasi masih dipenuhi oleh beberapa keluarga korban. ”Kami masih menunggu kabar, apa benar yang dibawa anak kami atau bukan, atau jangan-jangan masih belum dievakuasi,” ujar Sholehuddin, ayah dari Suwaifi, santri yang menjadi korban, kemarin (5/10). Pria 46 tahun itu menunggu di posko bersama keluarganya hingga hasil identifikasi keluar.

Sholehuddin juga masih menganggap anaknya berada dalam reruntuhan tersebut. ”Dari nama-nama yang diumumkan sampai siang tadi, belum ada nama anak saya. Saya akan tunggu sampai selesai,” katanya.

Hal yang sama dilakukan Abdul Aziz. Dia menunggu nama anaknya, Guffari, muncul dalam daftar yang teridentifikasi. ”Kami masih di sini, tapi ada saudara yang memantau di rumah sakit polda,” paparnya. Pria 51 tahun itu menunggu di posko ditemani oleh sepupunya. Ia sering bolak-balik ke layar monitor untuk menyaksikan proses evakuasi dengan ekskavator. ”Kami mengharapkan agar segera teridentifikasi,” imbuhnya.

Di sisi lain, masih ada lima korban yang mengalami luka berat dirawat di RSUD RT Notopuro. ”Kami lakukan observasi pasca operasi, beberapa diantaranya dilakukan amputasi,” kata Direktur RSUD RT Notopuro dr Atok Irawan.

Atok mengatakan, empat korban ditempatkan di ruang rawat inap. Sedangkan satu korban, yaitu Syehlendra Haical, masih berada di PICU. Atok mengungkapkan, beberapa korban yang kondisinya stabil sudah dipulangkan. ”Jumat (3/10) dan Sabtu (4/10) sudah banyak yang dipulangkan,” katanya. (edi/leh/eza/oni)

Editor : Hanif
#tim sar #santri #musala #jenazah #pondok pesantren #reruntuhan #Al Khoziny