PONTIANAK POST - Ribuan umat Islam Kalimantan Barat memadati Haul ke-114 Habib Muhammad bin Abdullah Muthahar yang digelar Jalan Gajah Mada, depan Pasar Flamboyan Pontianak, pada Minggu (5/10/2025) malam.
Kehadiran Ustaz Abdul Somad menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan keimanan. Hujan deras yang mengguyur kota Pontianak tak memudarkan semangat jemaah untuk mendengar tausiah dari sosok ulama yang sangat dihormati dan dicintai ini. .
Dengan gaya penyampaian yang santai dan penuh humor, Ustaz Abdul Somad berhasil membuat jemaah semakin bersemangat. "Apa kabarnya? Badan sehat, hati sehat? Kantong sehat?" katanya menyapa jemaah dan tak lupa dengan pantun pembuka pemecah suasananya. Suasana semakin khusuk kala Ustaz ajak masyarakat untuk berselawat.
Ada lima hikmah penting yang disampaikan Ustaz. Pertama, kata dia manusia tidak bisa mengumpulkan manusia. "Orang berkumpul karena Allah," ungkapnya.
Kedua, meski sudah ratusan tahun meninggal, tapi masyarakat tetap antusias hadir berkumpul dalam acara ini. Ustaz mengajak masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan dan meningkatkan keimanan. "Jangan beribadah minta syurga belum tentu didapat tapi beribadahlah karena Allah. Masuk syurga karena rahmat Allah. Pulang dari sini mendapat ampunan dari Allah. Taubatan kita diterima sebagai taubatan nasuha. Apa tandanya? Tandanya ada perubahan, yang sebelumnya shalat subuh 7.30 insyaAllah malam ini ia bangun tahajud, dan besok shalat subuh ke masjid," katanya.
Suasana menjadi semakin khusuk ketika tausiah Ustaz Abdul Somad diselingi berselawat bersama sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Tausiah Ustaz dalam acara haul ini menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan keimanan. Ustaz juga mengajak untuk saling menghormati dan bertoleransi dengan umat beragama lain. "Kelim, apa isi maulid?Puncak dari maulid bukan haul. Bukan tausiah. Puncaknya adalah doa. Doa dari zuriyat keturunan nabi, doa wali-wali Allah, doa para guru,” ujarnya. (mrd)
Editor : Hanif