Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Direktur Produksi Trans7 Datangi Ponpes Lirboyo, Sampaikan Permohonan Maaf atas Tayangan yang Dinilai Hina Pesantren

Miftahul Khair • Rabu, 15 Oktober 2025 | 15:42 WIB
KH Abdul Mu
KH Abdul Mu

PONTIANAK POST - Direktur Produksi Trans7 Andi Chairil mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, kemarin. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk permintaan maaf atas tayangan program televisi yang dianggap menyudutkan kehidupan santri dan pengasuh pondok.

Tayangan yang dimaksud merupakan salah satu episode program XPOSE dengan judul provokatif, “Santrinya minum susu aja kudu jongkok, emang gini kehidupan di pondok?”. Episode tersebut menampilkan potongan konten media sosial tentang kehidupan pesantren, termasuk menampilkan KH Anwar Manshur, kiai sepuh Ponpes Lirboyo.

Konten itu kemudian menuai reaksi keras dari masyarakat, terutama dari kalangan santri dan alumni pesantren. Banyak yang menilai narasi dalam tayangan tersebut melecehkan martabat kiai dan kehidupan pesantren. Tagar #BoikotTrans7 pun menjadi trending di berbagai platform media sosial seperti TikTok dan Instagram.

Pengasuh Ponpes Lirboyo KH Abdul Mu’id Shohib membenarkan adanya kunjungan dari pihak Trans7. “Dalam acara silaturahmi tadi pihak Trans7 menyampaikan klarifikasi. Kami dalam posisi mendengarkan apa yang disampaikan,” ujar Gus Muid dilansir dari Radar Kediri (Grup Pontianak Post).

Selain memberikan klarifikasi, pihak Trans7 juga menyampaikan permohonan maaf langsung kepada KH Anwar Manshur yang namanya tercantum dalam tayangan tersebut.

Namun, terkait hasil pertemuan yang berlangsung selama sekitar tiga jam, Gus Muid belum bersedia menjelaskan lebih jauh.

“Hasil pertemuan hari ini akan kami sampaikan kepada masyayikh. Terkait diterima atau tidaknya permohonan maaf tersebut KH Anwar Manshur yang berhak memberikan jawaban,” katanya.

Sementara itu, Andi Chairil enggan berkomentar ketika ditemui seusai pertemuan. “Sesuai kesepakatan, dari pihak Ponpes (Lirboyo) yang menyampaikan hasilnya,” ujarnya singkat.

Isu ini menjadi sensitif karena belakangan muncul banyak pemberitaan yang memunculkan stereotip negatif terhadap dunia pesantren. Tayangan XPOSE tersebut dinilai memperburuk persepsi publik karena disajikan secara tidak berimbang dan tanpa konfirmasi langsung dari pihak pesantren.

Meski begitu, sejumlah pihak juga menilai program seperti XPOSE dapat berfungsi sebagai kritik sosial, asalkan disajikan dengan proporsional dan tetap menghormati nilai-nilai keagamaan. (*)

Editor : Miftahul Khair
#permohonan maaf #Lirboyo #pondok pesantren #trans7