Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Menkes Ungkap Satu dari 10 Orang Idap Diabetes

Aristono Edi Kiswantoro • Minggu, 19 Oktober 2025 | 19:42 WIB
Budi Gunadi Sadikin
Budi Gunadi Sadikin

PONTIANAK POST - Ada berbagai program unggulan di era setahun pemerintahan Prabowo Subianto. Salah satunya adalah cek kesehatan gratis (CKG). Selama delapan bulan berjalan, pendaftar CKG mencapai 44,9 juta jiwa. Namun yang benar-benar menyelesaikan layanan sebanyak 31,5 juta jiwa.

 

Data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), mayoritas yang melakukan CKG adalah penduduk usia sekolah atau 7 tahun sampai 17 tahun.

Setelah itu baru usia 40 sampai 59 tahun. Program ini sudah ada di 510 kabupaten/kota di 38 provinsi. Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah peserta terbanyak.

 “Angka harapan hidupnya (orang Indonesia, Red) itu mencapai 71 tahun,” kata Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono. CKG menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan angka harapan hidup. Dengan mengidentifikasi penyakit, maka pemetaan kesehatan Indonesia akan berjalan dengan baik. CKG bisa melihat mana penyakit yang menyebabkan kematian terbanyak.

Dante mengatakan, dalam sehari CKG bisa melayani 600 ribu orang. Berdasar hasil skrining,  diketahui bahwa berat badan bayi baru lahir rendah menjadi masalah pada kelompok usia balita.

Lalu,  untuk anak usia prasekolah dan sekolah, kesehatan gigi perlu mendapatkan perhatian.

“Kurangnya aktivitas fisik juga bermasalah pada anak-anak sekolah. Ini yang harus kita perhatikan,” tuturnya.

Dokter spesialis penyakit dalam itu menyebut,  kurangnya aktivitas fisik bisa memicu munculnya sejumlah penyakit.

Selain itu, tubuh yang minim gerak sering menjadi biang obesitas. Memang,  Indonesia mengalami masalah tengkes sekaligus obesitas pada usia anak. Karena itu, intervensi gizi diperlukan.

Pada kelompok usia dewasa, sepertiganya mengalami obesitas. Dante mengungkapkan, tanpa pengecekan, sebenarnya bisa diketahui apakah seseorang itu obesitas atau tidak. Ini dilihat dari lingkar perut. Untuk laki-laki, lingkar perut maksimal 90 cm. Sedangkan perempuan 80 cm. “Lebih dari itu berarti berisiko menjadi penyakit jantung,” katanya.

Dari CKG juga diketahui bahwa diabetes menjadi momok. Temuannya ada 10,1 persen mengalami diabetes. Artinya, satu dari 10 orang di Indonesia mengalami diabetes. “70 persen di antaranya belum tahu kalau sebelumnya (sebelum tes, Red) menderita diabetes,” ungkapnya.

Dante mengungkapkan, mengetahui penyakit secara dini lebih baik daripada mengetahui setelah ada gejala. “Sebelum kena stroke, sebelum jantung, atau sebelum cuci darah,” katanya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, pada awalnya target CKG adalah 1 juta orang per hari. Dengan demikian, hingga akhir  2025 bisa dilakukan skrining pada 50 juta orang. 

Kemenkes mencoba beberapa cara agar cakupan semakin banyak. Awalnya, CKG menjadi hadiah bagi warga yang berulang tahun. Namun, kebijakan tersebut kini tidak diterapkan lagi. Sebagai gantinya, muncul wacana CKG akan dilakukan di kantor-kantor. Alasannya, pemeriksaan kesehatan di puskesmas hanya bisa dilakukan saat jam kerja. Itu berarti mereka yang masih bekerja harus mengajukan cuti.

Budi Gunadi berharap cakupan CKG dapat ditingkatkan, terutama di segmen perkantoran.  “Ini merupakan salah satu program terbesar yang sedang dilakukan pemerintah,” katanya. 

 

Generasi Berkeringat

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyebutkan, CKG penting karena langkah tersebut membantu orang untuk mengetahui risiko penyakit yang dapat diderita pada 10 tahun mendatang.

Dia mencontohkan, pada CKG, Framingham Score diadopsi untuk memprediksi besarnya risiko seseorang terkena serangan jantung. Dia tidak khawatir jika kunjungan di puskesmas akan naik. Sebab, sudah ada kesadaran bagi mereka yang memiliki risiko penyakit.

"Dan teman-teman bisa lihat, sekarang angka kunjungan di puskesmas naik, karena mereka sudah mulai sadar bahwa oh saya kolesterolnya naik, saya tekanan darahnya naik, saya gula darahnya naik, mereka mulai banyak. Terus juga mulai hidup sehat," kata Dante.

Adapun lima masalah kesehatan terbanyak yang banyak ditemukan pada orang dewasa adalah kurangnya aktivitas fisik, sakit gigi, obesitas sentral, kelebihan berat badan, dan hipertensi.

"Kita ingin bikin namanya sweat generation, generasi yang berkeringat. Jangan takut keringatan. Jangan terlalu takut keringatan. Jadi dengan keringatan, berat badannya akan turun, kemudian tensinya akan turun, gula darahnya akan turun," dia mengingatkan.

Dia berharap media dapat membantu promosi CKG agar semakin masif, agar orang dapat melakukan pencegahan sebelum terkena penyakit katastropik seperti penyakit kardiovaskular, kanker, dan stroke. (lyn/oni/ant)

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#diabetes #CKG