Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

BNN Bongkar Pabrik Sabu di Apartemen Cisauk, Polres Karawang Ungkap Industri Tembakau Gorila

Hanif PP • Senin, 20 Oktober 2025 | 10:22 WIB
Kepala BNN Komjen Suyudi Ario .
Kepala BNN Komjen Suyudi Ario .

PONTIANAK POST - Dua bulan terakhir, aparat gabungan membongkar dua pabrik narkoba. Pada Jumat (17/10), BNN menggerebek apartemen di kawasan Cisauk, Kabupaten Tangerang, yang digunakan sebagai tempat pembuatan sekaligus laboratorium sabu-sabu. Sebelumnya, Polres Karawang juga mengungkap home industri tembakau gorila.

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario mengatakan,penggerebekan pabrik narkotika itu merupakan hasil pengembangan dan kerja sama dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Ditjen Bea Cukai). Petugas mengintai salah satu unit apartemenlantai 20 di Cisauk sejak Jumat.

Dari razia itu, petugas menangkap dua pelaku, IM dan DF. Aparat juga mengamankan barang bukti berupa sabu-sabu dalam bentuk cair dan padat seberat 1 kg, serta bahan kimia untuk membuat sabu-sabu. IMkoki atau pembuat racikan sabu dan DF menjadi marketingnya," terangSuyudi.

 

Proses Ekstraksi

Menurut Suyudi, pelaku membuat sabu-sabu dari 15 ribu obat asma yang diekstrak. Dari proses itu, didapatkan satu kilogram ephedrine, yaitu bahan kimia yang memiliki kesamaan struktur dengan amphetamine. Sehingga, sering disalahgunakan. �Untuk mendapatkan semua bahan dan peralatan, pelaku mengaku membelinya secara online," ujarnya.

Kemampuan meracik dan menjual narkotika itu, kata Suyudi, karena pelaku berpengalaman. Keduanya adalah residivis  kasus yang sama. "Mereka pernah menjalani hukuman kasus narkotika juga,"paparnya.

"Pabrik sabu-sabu di apartemen itu telah beroperasi selama enam bulan. Dua pelaku telah meraup keuntungan Rp 1 miliar dari berjualan barang haram tersebut. Ancaman pindana untuk kedua pelaku penjara minimal 5 tahun dan maksimal hukuman mati," tegas Suyudi.

 

Belajar dari Internet

Polres Karawang membongkar pabrik tembakau gorila beberapa waktu lalu. Tembakau itu dibuat RC. RC ini membuat tembakau gorila secara mandiri. Hanya berbekal peralatan sederhana, seperti kompor, blender, timbangan, dan cairan yang dibeli secara online,  terangKapolres Karawang AKBP Fiki NovianArdiansyah.

Saat penindakan, petugas menemukan 32 bungkus tembakau gorila seberat 116,3 gram. Tembakau itu dibuat dengan cara mencampurkan tembakau dengan cairan bibit narkotika. Kemampuan RC itu, kata Fiki, diperoleh setelah menonton berbagai video pembuatan tembakau gorila di internet. Lalu,diamencoba memproduksinya sendiri.

Pemasaran tembakau gorila dilakukan secara daring. Melalui WhatsApp (WA), RC  memberitahu pembeli lokasi peletakan tembakau gorila. "Tembakau ditempelkan di satu tempat, lalu difoto lokasinya dan dikirim ke pelanggan. Akhirnya, diambil pembelinya," jelas Fiki.

Polisi tengah menyelidiki pemasok bibit narkotika kepada RC. Petugas juga memeriksa pelaku untuk memastikan apakah dia tergabung dalamsindikat peredaran narkoba lainnya.

 

Indikator Keberhasilan

Mantan Kepala BNN Komjen (Purn) Anang Iskandar mengungkapkan,indikator keberhasilan petugas membongkar peredaran narkotika bukan karena mampu memenjarakan para pengedar. Namun, justru merampas aset hasil kejahatan tersrbut.

Sebab, ketika pengedar hanya dipidana, hanya membuat lapas over kapasitas. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, pelaku mengedarkan narkoba dari dalam jeruji besi. "Begitu pula bila memidanakan pengguna, gagal untuk menghentikan ketergantungannya,"paparnya.

Lebih lanjut, Anang menyarankan agar pemerintah memberikan pemahamantentang UU narkotika kepada penegak hukum dan masyarakat, serta meluruskan salah tafsir proses penegakan hukum narkotika. "Memenjarakan penyalahguna narkotika merugikan negara. Itu hanya menguntungkan para pengedar dan penegak hukum yang mengerti hukum tapi nakal," tegasnya. (idr/aph)

Editor : Hanif
#bnn #buatan #pabrik narkoba #sabu cair #tembakau gorila #Rumahan #polres karawang #obat asma