Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Hasil Panen Kentang Perbenihan Naik 26%, Pupuk Kaltim Dorong Pengembangan Kentang Industri di Sembalun

Hanif PP • Jumat, 7 November 2025 | 09:58 WIB

 

Foto bersama peserta dan jajaran pejabat dalam acara yang diadakan oleh Pupuk Kaltim, memperingati Hari Listrik Nasional ke-80.
Foto bersama peserta dan jajaran pejabat dalam acara yang diadakan oleh Pupuk Kaltim, memperingati Hari Listrik Nasional ke-80.

PONTIANAK POST – Hasil panen perbenihan kentang di Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), meningkat hingga 26 persen. Capaian ini merupakan hasil pendampingan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melalui Program Agrosolution yang kembali berhasil mendorong optimalisasi komoditas pertanian daerah.

Jumlah tersebut dilihat dari produktivitas panen kentang yang sebelumnya 17 ton per hektar, menjadi 19 ton per hektar, dengan kualitas umbi yang sangat baik untuk dijadikan benih. Dari hasil tersebut, nilai ekonomi yang didapat petani pun meningkat signifikan, mencapai Rp115 juta per musim tanam.

Direktur Pengembangan Pupuk Kaltim, Mohamad Agung, menjelaskan Sembalun dikenal sebagai salah satu dataran tinggi dengan potensi besar di sektor pertanian. Di antara komoditas tersebut, kentang dan bawang putih menjadi dua hasil pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Jenis kentang yang dikembangkan di Sembalun pun terbagi dua, yakni kentang sayur dan kentang industri. Saat ini, kentang sayur sudah mampu diproduksi secara mandiri di dalam negeri. Namun, untuk kentang industri, hampir 100 persen benihnya masih bergantung pada impor.

Hadirnya pengembangan kentang industri oleh Pupuk Kaltim, diharap bisa mengembalikan kejayaan pertanian di Sembalun. Dia pun berkomitmen mencegah alih fungsi lahan menjadi akomodasi pariwisata di Sembalun, sehingga lahan pertanian dapat dilindungi melalui penyelesaian Rencana Detail Tata Ruang Daerah (RDTR).

"Apalagi Kabupaten Lombok Timur ini 27 persen PDRB dari pertanian. Jadi kami berharap besar pengembangan kentang industri ini akan berhasil," kata Edwin.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Muhammad Agung Sanusi, turut menyambut positif inisiatif Agrosolution Pupuk Kaltim. Dia menjelaskan, kentang di Indonesia saat ini didominasi jenis kentang granola, sebagai bahan baku industri yang baru bisa terpenuhi sekitar 50 - 60 ribu ton, dari kebutuhan rata-rata mencapai 140 - 150 ribu ton per tahun. Kondisi itu pun menjadikan Indonesia harus mengimpor 81 ribu ton kentang industri per tahun, untuk mengakomodasi kebutuhan dalam negeri.

Maka dengan Agrosolution Pupuk Kaltim, pengembangan kentang industri opotimis dapat terus ditingkatkan, guna mengurangi ketergantungan terhadap impor. Pemilihan lokasi di Sembalun menurut Sanusi juga sangat tepat, melihat produktivitas petani kentang yang mampu mencapai 25 ton, atau di atas rata - rata angka produksi nasional.

"Kami di Dirjen Hortikultura tentu mendukung pengembangan benih kentang oleh Pupuk Kaltim. Mengingat kebutuhan untuk pembuatan potato, french fries dan lainnya cukup tinggi," kata Sanusi.

Baca Juga: Geledah Yayasan Mujahidin, Kejati Kalbar Telusuri Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp22 Miliar

Pembina Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sembalun Sejahtera 411, Pending Dadih Permana, mengatakan petani yang tergabung dalam Gapoktan berkomitmen mengembangkan kentang industri dengan pendampingan dan dukungan Pupuk Kaltim yang menyediakan agri input berkualitas tinggi. Dadih menyebut, Sembalun memiliki potensi sangat besar sebagai pusat pengembangan benih kentang nasional, dengan luas lahan pertanian mencapai 7.000 hektar lebih.

"Kami menggunakan pupuk non subsidi yang memiliki kalium tinggi, dan itu pupuknya custom. Pupuk Kaltim menyediakan pupuk yang berkalium tinggi, sehingga menjadi pilihan para petani," ujar Dadih.

Dia juga berharap pemerintah dan Pupuk Kaltim akan terus mendukung petani kentang Sembalun, melalui berbagai program maupun bantuan alat pertanian. Dadih mengatakan, saat ini petani membutuhkan traktor baru untuk mempercepat penggarapan lahan, karena masa tanam yang terbilang pendek. (mse)a

"Semoga produktivitas petani dapat terus didukung Pupuk Kaltim, sehingga produksi kentang Sembalun dapat terus kita pacu," harap Dadih.(*)

Editor : Hanif
#Perbenihan Keledai Terstandar #panen kentang #pupuk kaltim #pengembangan #sembalun